Sumbar perlu solusi agar tanah ulayat tidak hambat investasi

id maswar dedi

Sumbar perlu solusi agar tanah ulayat tidak hambat investasi

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sumbar, Maswar Dedi. (ist) (ist/)

Padang, (Antaranews Sumbar) - Pola pemanfaatan tanah ulayat agar saling menguntungkan antara pemilik dan investor perlu dikembangkan di Sumatera Barat agar tidak menjadi salah satu faktor penghambat investasi di provinsi itu.

"Persoalan tanah ini seringkali dianggap sebagai penghambat investasi, karena itu perlu dicari pola pemanfaatan sebagai solusi," kata Kepala DPMPTSP Sumbar, Maswar Dedi di Padang, Minggu.

Polanya harus bisa menguntungkan dua belah pihak sehingga tidak ada pemilik lahan yang menolak.

Pola yang disepakati itu menurutnya harus dituangkan dalam aturan yang memiliki payung hukum yang jelas sehingga bisa dipercaya oleh dua pihak baik pemilik lahan maupun investor.

"Kegiatan penanaman modal ini perlu pemahaman masyarakat agar kendala yang terjadi dapat terpecahkan dan masyarakat juga bisa merasakan manfaat secara ekonomi," katanya.

Salah satu persoalan lahan yang masih tidak dapat dituntaskan oleh pemerintah daerah saat ini adalah untuk pembangunan jalan tol Padangpariaman-Pekanbaru.

Masyarakat menolak harga yang ditetapkan oleh tim independen sehingga harus masuk ke ranah hukum.

Maswar menilai, jika persoalan tanah ulayat bisa mendapatkan solusi yang saling menguntungkan, jumlah investasi yang masuk ke Sumbar bisa meningkat signifikan.

Pada 2018 menurutnya realisasi investasi di provinsi itu melebihi target yaitu Rp4,1 triliun. Target itu meningkat menjadi Rp4,3 triliun pada 2019.

Meski naik, namun Pemprov Sumbar optimis realisasi bisa kembali melebihi target seperti tahun-tahun sebelumnya.***
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar