Wali Kota: situs sejarah sebagai destinasi wisata upaya melestarikannya

id Tambang Batubara Ombilin,Deri Asta

Foto bersama. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Sawahlunto (Antaranews Sumbar) - Wali Kota Sawahlunto Deri Asta mengatakan dengan tercatatnya situs peninggalan masa kolonial penambangan batubara Ombilin sebagai warisan dunia bakal meningkatkan kunjungan wisata, baik internasional maupun lokal, ke daerah itu, serta sebagai upaya melestarikannya.

"Pemerintah Kota Sawahlunto mendukung even-even yang menyangkut seni dan budaya. Apalagi mengenai situs warisan dunia tentang destinasi tujuan wisata internasional dan lokal yang bakal berdampak positif bagi masyarakat Sawahlunto dan peningkatan pembangunan Kota," katanya di Sawahlunto, Jumat.

Hal itu ia sampaikan saat seminar nominasi warisan dunia "Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto", Jumat (14/12) di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) Kota Sawahlunto.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata sejarah, imbunya masyarakat Sawahlunto dibekali ilmu dan pemahaman mengenai arti sesungguhnya dari situs warisan dunia.

"Sebab jika kita memang dipilih Unesco berarti kita harus siap dalam segala aspek menerima kedatangan wisatawan internasional dan lokal," ujarnya.

Oleh karena itu, Wali Kota mengimbau kepada semua pihak agar berperan aktif dalam melestarikan dan mengembangkan potensi warisan tambang batubara Ombilin Sawahlunto.

Kepala Dinas dan Ketua Panitia seminar mengatakan Tema dari seminar ini Menuju Penetapan Sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Sebagai narasumber pemateri dari seminar yakni Prof Widjaya Martokusumo, Drs. Yunus Arbi, MA, DR. Arif Sarwo Wibowo, Punto Wijayanto, ST, MT. Mereka adalah orang orang yang kompeten di bidangnya.

Seminar ini dilaksanakan pada 14 hingga 15 Desember 2018. "Kami juga mengundang Dinas kebudayaan dari kota/kabupaten yang ada di Indonesia," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar