Ratusan anak disabilitas Sawahlunto rayakan hari Disabilitas Internasional

id Disabilitas

Perayaan Hari Disabilitas Internasional di Kota Sawahlunto. (ANTARA SUMBAR/Ist)

Sawahlunto, (Antaranews Sumbar) - Ratusa anak disabilitas hadir memperingati hari Disabilitas Internasional yang digelar Pemerintah Kota Sawahlunto, Sabtu (8/12).

Acara itu dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta dan Zohirin Sayuti, Ketua DPRD Adi Ikhitbar, Ketua TP-PKK Ibu Yosi Deri Asta, Ketua GOW Neldaswenti Binti Sayuti, dan kepala OPD terkait.

Ketua Penyelenggara kegiatan, Welnofriati mengatakan peringatan hari disabilitas di Kota Sawahlunto merupakan yang pertama kali diadakan, dan acara ini difasilitasi Dinas kesehatan dan para donatur-donatur serta pemerhati disabilitas di daerah setempat.

Acara itu merupakan ajang meningkatkan silaturahim, pengikat kebersamaan antarsesama warga kota.

Ia menyampaikan dalam mementum ini Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Luar Biasa se-Kota Sawahlunto beserta dinas terkait melaksanakan Asesmen atau suatu penilaian dan pendataan anak-anak disabilitas baik yang berada di sekolah maupun di rumah.

Kegiatan pada 7-9 Desember itu mendatangkan ahli terapis dari Kota Solo dan Kota Padang.

Untuk meningkatkan kemampuan anak anak disabiltas, panitia juga mengadakan pentas seni dan akan menjadikannya sebagai agenda tahunan.

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan walupun secara resmi hari disabilitas Internasional pada 3 Desember, namun kita melaksanakan pada tanggal 8, keterlambatan ini karena 3 Desember lalu pemerintah Kota Sawahlunto sedang sibuk dengan berbagai kegiatan dalam menyambut hari jadi Kota Sawahlunto, walaupun terlambat memperingati hari disabiltas Internasional, tapi tidak mengurangkan makna dari peringatan tersebut.

Bagi orang tua dari anak disabilitas menurut dia, adalah oran-orang tua yang luar biasa, orang yang terpilih untuk mengurus anak-anak kita.

Pemerintahan Kota Sawahlunto bersama DPRD telah sepakat, anak-anak disibilitas mendapat porsi di visi wali kota, dimana diadakan pemberdayaan untuk anak-anak disabilitas, membuat fasilitas-fasilitas, dan membuat Perda bersama DPRD Kota Sawahlunto, dan itu sudah dimulai pada 2017.

Ia menambahkan, seluruh anggota DPRD sudah sepakat anak disabilitas berhak mendapat pelayanan yang sama dengan anak lainnya.

Programnya menyediakan satu sekolah satu kecamatan, tidak ada alasan dari Dinas Pendidikan untuk menolak anak-anak disabilitas.

Pada anggaran 2019 anak disabilitas dapat bantuan berupa makanan, kemudian bantuan peralatan bagi anak-anak secara fisik membutukan, seperti kursi roda, bantuan transportasi ke sekolah, dan lainnya.

DPRD beserta pemerintah Kota Sawahlunto seiring sejalan untuk memperhatikan anak-anak disabilitas dalam pendidikan, 20 persen anggaran APBD dan APBN wajib memperhatikan bidang pendidikan.

Ke depan Pemerintah Kota Sawahlunto juga akan memperhatikan lapangan kerja bagi disabilitas yang sudah menpunyai kemampuan dan keterampilan. (*)
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar