Pemkab Pasaman canangkan BBGRM, percepat pembangunan nagari

id gotong royong

Sekda M Saleh, pukul gong tandai pencanangan BBGRM tingkat Kabupaten Pasaman tahun 2018. (ist)

Lubuksikaping, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Pasaman canangkan Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGRM) ke-15 tahun 2018, sebagai upaya mempercepat pelaksanaan pembangunan di nagari.

Untuk menyukseskan pelaksanaan BBGRM di 37 nagari, Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp812,22 juta untuk mendanai 13 kegiatan pembangunan berbagai infrastruktur di nagari, kataKepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Kabupaten Pasaman, M Ikhsan, Kamis.

Ia mengatakan, kegiatan BBGRM berlokasi di masing-masing nagari dengan jumlahnya 37 nagari, sebanyak 13 kegiatan pembangunan fisik.

"BBGRM ini untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di nagari dengan mengedepankan prinsip kebersamaan dengan masyarakat nagari," kata Ikhsan, didampingi Kabid Ketahanan Masyarakat dan Sosial Budaya, Jhonnery.

Selain itu, BBGRM juga untuk melestarikan semangat gotong royong masyarakat dalam nagari membangun. Dimana menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan dan pelaku pembangun di nagari.

"Pencanangan BBGRM tahun 2018 ini kita pusatkan di Nagari Ladang Panjang, Tigonagari, pada 5 Desember 2018 kemarin. Dibuka langsung oleh pak Sekda," katanya.

Sebanyak 13 jenis kegiatan menyasar 37 lokasi, meliputi jalan pemukiman di 13 lokasi Rp285 juta, jalan usaha tani 3 lokasi Rp70 juta, MCK/WC di 5 lokasi Rp122,22 juta, saluran air limbah 4 lokasi Rp100 juta, jembatan di 4 lokasi Rp75 juta.

Saluran irigasi 2 lokasi Rp65 juta, lapangan parkir 1 lokasi Rp15 juta, Prasarana polindes 1 lokasi Rp15 juta, Pos Ronda 1 lokasi Rp15 juta, Lapangan Olahraga 1 lokasi Rp15 juta, Prasarana Pertemuan Petani 1 lokasi Rp20 juta, Rumah Layak Huni 1 lokasi Rp15 juta.

"Kita akan melakukan penilaian pelaksanaan BBGRM terbaik. Bagi nagari terbaik akan diberikan reward. Untuk itu, kita meminta Walinagari menyampaikan laporan dan dokumentasi pelaksanaan dengan baik," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman, M Saleh mengatakan, pelaksanaan BBGRM dilaksanakan setiap tahunnya. Tujuannya, untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya gotong royong masyarakat yang dikhawatirkan semakin memudar.

"Kegiatan ini untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai gotong-royong masyarakat. Pemda menyediakan anggaran lewat APB nagari disetiap nagari. Ini dilaksanakan secara partisipatif," katanya.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar