Polisi Pariaman pantau pengguna media sosial melalui Cyber Troops

id Andry Kurniawan

Kapolres Kota Pariaman AKBP Andry Kurniawan (kanan) saat memberikan penjelasan terkait persiapan Pemilu 2019. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

Hal tersebut bisa saja terjadi dan memiliki peluang, oleh karena itu masyarakat dan pemangku kepentingan diberikan pemahaman tentang pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor Kota Pariaman, Sumatera Barat, melakukan pemantauan terhadap pengguna media sosial di wilayah hukumnya melalui tim Cyber Troops dalam rangka menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2019.

"Tim Cyber Troops merupakan arahan dan perintah langsung dari Kapolri untuk memantau perilaku masyarakat yang dinilai kurang bijak dalam menggunakan media sosial," kata Kapolres Kota Pariaman AKBP Andry Kurniawan di Pariaman, Senin.

Ia mengatakan tim Cyber Troops sudah dibentuk sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pariaman dan dijalankan hingga pelaksanaan Pemilu 2019.

Pada pelaksanaan Pilkada Kota Pariaman beberapa waktu lalu katanya, pihak kepolisian setempat melalui tim Cyber Troops sudah melakukan teguran terhadap beberapa akun media sosial.

Beberapa akun media sosial tersebut dianggap memicu perpecahan dan pertikaian yang mengarah kepada konflik antarkepentingan sehingga diberikan teguran langsung.

"Sudah kami luruskan secara langsung, untuk menghindari konflik yang lebih luas, dan memang tidak diproses secara hukum," ujarnya.

Secara umum kata dia, beberapa hal yang cukup berpotensi menyebabkan konflik pada Pemilu 2019 seperti penyebaran hoaks, isu Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA), fitnah, ujaran kebencian serta pembunuhan karakter calon.

"Hal tersebut bisa saja terjadi dan memiliki peluang, oleh karena itu masyarakat dan pemangku kepentingan diberikan pemahaman tentang pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial," ujar dia.

Selain membentuk tim Cyber Troops, Polres Pariaman juga melakukan deklarasi bersama masyarakat untuk menciptakan konsep Pemilu "Badunsanak" atau mengutamakan azas kekeluargaan.

Tujuannya kata dia, agar masyarakat dan semua pihak terkait mengedepankan rasa kekeluargaan dalam menentukan pemimpin untuk lima tahun ke depan.

"Berbeda pilihan dalam pemilu merupakan hal yang biasa, namun konsep pemilu 'badunsanak' tetap harus diutamakan," ujarnya.***2***
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar