Logo Header Antaranews Sumbar

Jalan Provinsi di Palembayan, Agam putus dampak curah hujan tinggi

Jumat, 3 April 2026 15:49 WIB
Image Print
Kendaraan sedang melewati ruas jalan Padang Koto gadang-Palembayan tempatnya di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Jumat (3/4/2026). ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Ruas jalan provinsi menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan menuju Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terban dampak curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu, Kamis, sehingga arus lalu lintas terganggu.

Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Agam Yunilson di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan badan jalan putus total di Sungai Pua, Kecamatan Palembayan dengan panjang sekitar 10 meter.

"Untuk sementara waktu ke Kota Bukittinggi terganggu dampak jalan terban pada Kamis (2/4)," katanya.

Ia mengatakan badan jalan juga terban di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar sekitar empat meter.

Sementara bagian kiri jalan ada lembah dengan kedalaman sekitar 30 meter dan bagian kanan ada perbukitan.

"Di ruas jalan provinsi tersebut ada beberapa titik jalan yang terban dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir November 2025," katanya.

Ia menambahkan ruas jalan Padang Koto Gadang menuju Palembayan sepanjang 31 kilometer-Palembayan menuju Matur sepanjang 20,70 kilometer-Palembayan menuju Simpang Patai Palupuh sepanjang 13,3 kilometer merupakan jalan provinsi.

Pemerintah Kabupaten Agam telah melaporkan kondisi jalan tersebut ke Pemprov Sumbar dan telah ada anggaran sekitar Rp90 miliar pada 2026.

Sementara ruas jalan provinsi dari Simpang Gudang menuju Padang Lua dengan panjang 69,43 kilometer juga telah dianggarkan sekitar Rp75 miliar oleh Pemprov Sumbar.

Untuk perbaikan jalan tersebut bakal dilakukan sesegera mungkin setelah Lebaran.

"Ini berdasarkan hasil pertemuan kita bersama Pemprov Sumbar pada Ramadhan 1447 Hijriah," katanya.

Agam merupakan daerah terparah di Sumbar terdampak bencana dengan kerugian sekitar Rp7,9 triliun akibat infrastruktur, rumah, lahan pertanian dan lainnya mengalami rusak.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026