Rektor Unand dorong mahasiswa berperan bangun nagari dalam program KKN

id Tafdil

Rektor Unand, Tafdil Husni. (Antara Sumbar/MR Denya Utama)

Tidak hanya pengalaman yang di dapat mahasiswa, masyarakat juga mendapatkan dampak positifnya
Padang, 21/7 (Antara) - Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat mendorong mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai daerah sejak 28 Juni lalu untuk dapat membangun nagari sesuai penempatannya.

"Adanya pusat pengembangan nagari di Unand dan KKN disinergikan untuk percepatan pembangunan nagari," kata Rektor Unand Prof Tafdil Husni, di Padang, Sabtu.

Menurutnya tujuan mahasiswa KKN Tematik maupun KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat dikirim ke daerah bukan semata memenuhi kewajiban atau SKS dari kuliah saja.

Namun juga mengenalkan tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian masyarakat kepada mahasiswa.

Dalam KKN tahun ini terdapat lebih 100 program yang dicanangkan untuk membangun nagari masing-masing penempatan dan dilakukan dalam 40 hari.

Semisal menyedian tempat ibadah yang layak, memberikan penyuluhan kesehatan, ekonomi atau pertanian, ikut melakukan renovasi jalan hingga penguatan sarana pendidikan.

Program tersebut juga telah menjadi bagian dari kinerja pusat pengembangan nagari sehingga dapat membantu percepatannya.

"Tidak hanya pengalaman yang di dapat mahasiswa, masyarakat juga mendapatkan dampak positifnya," ujar dia.

Dia menambahkan secara persiapan sebelum keberangkatan, mahasiswa telah dibekali dan diarahkan, bahkan juga dilakukan pra-KKN untuk memudahkan pengenalan di lokasinya.

Meskipun demikian ujarnya, KKN menjadi pembuktian kemampuan mahasiswa dalam bekerja sama dengan masyarakat dan adaptasi dengan tradisinya.

"Bila bisa menguasai itu KKN mahasiswa akan memberikan manfaat untuk kemajuan daerah," sebut dia.

Pada KKN tahun ini Unand mengirimkan 4.241 mahasiswa untuk kategori reguler pada 169 nagari dari 18 kabupaten dan kota se-Sumatera Barat serta 39 orang untuk KKN internasional di Malaysia dan Vietnam. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar