Logo Header Antaranews Sumbar

Solok Selatan mengembangkan pisang roti

Senin, 25 Juni 2018 16:51 WIB
Image Print
Ilustrasi.

Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sejak 2015 mengembangkan pisang roti, sebagai salah satu komiditas unggulan untuk diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Solok Selatan Risa Herfina di Padang Aro, Senin mengatakan untuk pengembangan pisang roti, pemerintah setempat sudah membagikan 1.000 bibit kepada masyarakat pada 2017 dan tahun ini ada bantuan 450 batang bibit.

"Pisang roti merupakan tanaman asli Solok Selatan dan kami sudah mengembangkannya secara luas sejak 2015 dan bisa diolah menjadi berbagai macam makanan yang bisa dijadikan oleh-oleh khas daerah," katanya.

Untuk Pengembangannya saat ini fokus di Wonorejo dan Manggiu Kecamatan Sangir serta di Pauah Duo.

Saat ini, katanya pisang roti sudah diolah menjadi berbagai bahan makanan ringan seperti keripik, donat, perkedel, serundeng maupun dendeng dari jantung pisang.

Saat libur lebaran, katanya, Unit Pelayanan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian (UP3HP) yang mengolah pisang roti menjadi berbagai makanan ringan kewalahan melayani konsumen karena permintaannya banyak.

"Makanan hasil olahan pisang roti cukup diminati sehingga cocok dijadikan untuk penunjang pariwisata," ujarnya.

Pisang roti sendiri mulai memiliki jantung setelah usia 180-210 hari setelah ditanam dan 90 setelah itu sudah bisa dipanen.

"Kalau sudah mulai panen maka akan berkelanjutan dan tidak perlu menunggu lama sebab anaknya cukup banyak," katanya.

Ukuran buah pisang roti juga besar yaitu mencapai panjang 19-25 centimeter dengan berat 240-480 gram perbuah.

Setiap sisir berisikan 15-26 buah dengan berat persisirnya mencapai 3,5-7,9 kilogram. Sedangkan setiap tandan memiliki 5-7 sisir dan beratnya bisa mencapai 55 kilogram.

Setiap hektare bisa ditanami 800 sampai 900 batang dengan produksi per hektare mencapai 50 ton.

Pegiat pariwisata Sumbar Yulnofrins Napilus mengatakan, semua jenis masakan atau produk kalau diolah dan dikemas dengan baik, lengkap dan pengemasan menarik berpeluang dan mendukung industri pariwasata.

"Pariwista bukan hanya menginap saja karena oleh-oleh adalah isu nomor dua disuatu destinasi," katanya.

Menurut dia, orang berwisata selalu membawa uang lebih untuk beli oleh-oleh khas daerah tujuan wisata.

"Jangan biarkan wisatawan pulang dengan uang yang mereka bawa dari rumah sehingga perlu disediakan oleh-oleh yang menarik dan khas," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026