30 destinasi wisata ada di Nagari Pariangan

id Desa Pariangan,Desa Terindah,Tanah Datar

Pengunjung mengabadikan Masjid Ishlah yang merupakan masjid kuno yang ada di Desa Wisata Pariangan Tanah Datar, Sumatera Barat. (Antara Sumbar/Syahrul R.)

Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak lebih kurang 30 objek wisata tersebar di kawasan Desa Wisata Pariangan, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar).

Wali Nagari Pariangan, April Khatib Saidi di Pariangan, Rabu, mengatakan 30 objek wisata tersebut terdiri dari wisata sejarah dan budaya serta wisata alam.

"Sebagai daerah yang dikenal sebagai nagari tertua di Minangkabau, maka Pariangan tidak hanya memiliki destinasi wisata sejarah dan budaya akan tetapi juga wisata alam," katanya.

Ia menjelaskan beberapa destinasi wisata sejarah dan budaya yang dapat dikunjungi diantaranya adalah Masjid Tuo Minangkabau atau Masjid Ishlah, Kuburan Panjang Datuak Tantejo Gurhano yang dikenal sebagai arsitek rumah gadang serta Balai Saruang yang merupakan tempat kebesaran Datuak Bandaharo Kayo.

Selain itu juga terdapat Batu Basurek berupa prasasti yang memiliki Huruf Palawa dan Bahasa Sangskerta, Rumah Kelahiran Syekh Burhanuddin, Batu Tigo Luhak atau Batu Tigo Tungku Sajarangan serta manuskrip atau naskah kuno.

Untuk Wisata alam yang tersebar di daerah ini adalah objek pemandian air panas, Panorama Puncak Mortir, Tanjung Indah serta Air Terjun Taruko Indah.

Selain untuk wisata event di Pariangan juga sering dilaksanakan Pacu Jawi dan wisata kuliner pengunjung juga dapat menikmati makanan khas Minangkabau.

"Saat ini kami juga sedang mengembangkan agrowisata, beberapa buah-buahan yang sudah ditanam diantaranya adalah jeruk, strawberi dan jambu biji," ujarnya.

Sementara itu Direktur Komunitas Nagari Tuo Pariangan, Irwan Malin Basa mengatakan untuk penginapan bagi pengunjung pihaknya sudah menyiapkan beberapa rumah gadang sebagai homestay.

"Setiap pengunjung yang ingin menginap di Desa Wisata Pariangan dapat bermalam di homestay rumah gadang, asalkan pengunjung mengikuti aturan adat yang ada," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar