UNP Bangun Nagari Batu Basa jadi desa digital ramah lingkungan

id Nagari Batu Basa jadi desa digital ,Kuliah Kerja Nyata,Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat,Nagari Batu Basa, Kecamatan Pariangan, Kabupate

UNP Bangun Nagari Batu Basa jadi desa digital ramah lingkungan

Padang (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, membantu Nagari Batu Basa, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, sebagai model nagari atau desa digital yang juga peduli lingkungan.

“Melalui kerja sama erat antara akademisi, mahasiswa, dan pemerintah nagari, beberapa langkah inovatif telah diterapkan untuk mewujudkan visi tersebut,” kata Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), UNP di Batu Basa, Dr. Syaiful Haq, S.Pd., M.Pd.T , di Padang, Selasa.

Ia menjelaskan langkah pertama dalam mewujudkan desa digital adalah peluncuran situs web resmi nagari, https://batubasarancak.id/, yang menjadi pusat informasi, promosi, dan komunikasi yang dapat diakses oleh publik dari mana saja.

Namun, lanjutnya digitalisasi bukanlah satu-satunya perhatian tim pengabdian. Permasalahan sampah, termasuk pembuangan sembarangan ke sungai, menjadi sorotan utama, sehingga dihadapi dengan strategi edukatif dan partisipatif masyarakat.

Dr. Syaiful Haq, S.Pd., M.Pd.T dari Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, memimpin program berjudul “Pengembangan Nagari Batu Basa Berkelanjutan Menuju Ecowisata: Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Teknologi Informasi dan Produk Kreatif".

Kegiatan ini juga melibatkan dua dosen lain, yaitu Rizki Indra Utama, S.Pd., M.T., M.Pd.T dan Rizal Kurniawan, S.Psi.I., M.Si., serta didukung oleh 20 mahasiswa UNP yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 30 hari.

"Kami menurunkan tiga strategi utama dalam mewujudkan Nagari Batu Basa sebagai nagari digital yang peduli lingkungan ini," katanya.

Pertama diperkenalkan “tiang sampah edukatif”, yakni tiang khusus tempat masyarakat menggantungkan sampah rumah tangga.

Sampah tersebut kemudian diangkut oleh petugas menggunakan becak motor (bentor).

"Saat ini keberadaan bentor tengah diupayakan, lewat kerja sama dengan Pemerintah Nagari dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Datar," lanjutnya.

Kedua, masyarakat didorong memilah sampah plastik di rumah untuk diolah menjadi ecobrick, yaitu blok dari plastik bekas yang dapat digunakan dalam konstruksi ringan dan kerajinan kreatif.

"Alhamdulillah, lebih dari 300 ecobrick telah berhasil dibuat dan sebagiannya telah dipasang sebagai pada merek Nagari Batu Basa dari ecobrick," sebutnya.

Program ini menitikberatkan pada pemecahan dua tantangan mendesak di nagari (sampah dan digitalisasi), sehingga menjadi prioritas pengabdian masyarakat tahun ini.

"Mahasiswa turut secara aktif berdampak dalam edukasi, pendampingan masyarakat, dan dokumentasi kegiatan," katanya.

Kegiatan ini dilakukan secara estafet mulai 27 Juni, 5 Juli dan terakhir tanggal 9 Agustus.

Ia menjelaskan program ini sejalan dengan Asta Cita Nasional visi pembangunan, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, berupa delapan misi menuju “Indonesia Emas 2045” terutama misi keempat, yakni pengembangan sumber daya manusia, akses teknologi, dan pemberdayaan melalui inovasi di tingkat lokal.

Selain itu, program ini juga mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, khususnya SDGs 4: Quality Education, dengan pemberdayaan masyarakat dan literasi teknologi yang merata.

Lalu SDGs 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, lewat pembangunan platform digital dan ecobrick sebagai produk inovatif.

Dan SDGs 11: Sustainable Cities and Communities, melalui pengelolaan sampah yang lebih baik dan pendekatan komunitas berkelanjutan.

Menanggapi kegiatan ini, Wali Nagari Batu Basa, Baiturrahmad Z, S.H., menyampaikan apresiasi atas perhatian UNP terhadap nagari.

“Ini adalah tahun kedua pelaksanaan pengabdian berkelanjutan di Nagari Batu Basa. Semoga dapat dimaksimalkan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.