Logo Header Antaranews Sumbar

Peragi diminta ikut wujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan

Rabu, 4 April 2018 19:17 WIB
Image Print
staf ahli Menteri bidang Lingkungan, Mukti Sardjono berfoto bersama dengan pengurus Peragi periode 2016-2019. (ANTARA SUMBAR/Tri Asmaini)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) Sumatera Barat diminta turut mendukung mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pada 2045.

Staf ahli menteri Bidang Lingkungan dan perwakilan Peragi pusat, Ir. Mukti Sardjono di Aripan, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Rabu, mengatakan peragi sebagai wadah ahli agronomi diharapkan bisa menjadi mitra pemerintah untuk bisa meningkatkan kinerja pertanian, salah satunya turut mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pada 2045.

Usai pengukuhan pengurus Peragi Sumbar periode 2016-2019 di Solok, Mukti Sardjono menambahkan Peragi Sumbar diharapkan dapat mengembangkan dan memperhatikan komoditas pertanian yang diunggulkan Sumbar.

"Banyak potensi yang bagus dari Sumbar seperti beras Solok, manggis dan lainnya," ujarnya

Selain itu, tambahnya turut meningkatkan produktivitas dan daya saing produk pertanian terutama bahan pangan. "Sebab, Indonesia dideklarasikan menjadi lumbung pangan pada 2045," lanjutnya.

Ia menyebutkan Peragi juga sebagai penggiat agronomi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pertanian. Hingga kini sudah dikukuhkan 10 komisi daerah (Komda) Peragi di Indonesia.

Menurutnya, tanaman buah di Indonesia sudah berkembang sangat baik. Masyarakat Indonesia mulai paham buah lokal dan buah segar nusantara memiliki keunggulan dari buah import.

"Buah segar kita langsung dipetik, tidak disimpan lama lama, tapi buah import bisa disimpan tiga bulan hingga satu tahun, Jadi, dari segi kesegaran dan nutrisi buah kita lebih unggul," jelasnya.

Walaupun Indonesia sudah swasembada pangan seperti jagung, padi, bawang, dan kelapa sawit, namun Peragi berharap Indonesia juga bisa swasembada buah.

Ia mengatakan sebenarnya, pada musim panen buah di Indonesia melimpah, tapi pada saat tidak musim sulit memperolehnya.

"Ini yang menjadi kendala di Indonesia yang harus diatasi dengan rekayasa buah agar bisa berbuah pada setiap musim," ujarnya

Sementara itu, Ketua Peragi Sumbar Rini Mayerni mengemukakan anggota pengurus harus bersinergi untuk membantu pemecahan masalah pertanian di Sumbar.

"Potensi komoditas Sumbar memang banyak, seperti beras, kopi, manggis dan lainnya yang bisa dimajukan," ujarnya.

Ia berharap Peragi Sumbar bisa lebih maju dari daerah lainnya dan bisa berkontrobusi untuk daerah Sumbar ke depannya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026