
Padang Bangun Budaya Lewat Lomba Implementasi ABS-SBK
Rabu, 1 Februari 2017 17:54 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengupayakan pembangunan budaya sekaligus agama melalui pengadaan lomba implementasi dari falsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" yang biasa dikenal ABS-SBK antar kelurahan pada 2017.
"Melombakan ABS-SBK bertujuan untuk memperkuat identitas falsafah budaya Minangkabau sekaligus menguatkan pembangunan religius di Padang," kata Kepala Bagian Kesejateraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Padang, Jamilus di Padang, Rabu.
Dia menjelaskan lomba ini lebih pada pembinaan dan penguatan motivasi masyarakat untuk kembali pada budaya Minangnya sekaligus menangkal serangan budaya asing.
Adat basandi syarak diartikan bahwa adat Minang bersendikan agama, sedangkan syarak basandi kitabullah merupakan representasi bahwa agama bersendi dari Al Quran.
Kesemua aspek tersebut, kata dia menjadi komponen dari penilaian lomba yang direncanakan disesuaikan dengan sistem lomba kelurahan berprestasi.
"Dalam penilaian mendatang akan ada tim khusus yang turun ke lapangan dan memantau," ujarnya.
Secara konsep kata, Jamilus belum dipastikan secara rinci dan akan disampaikan pada sosialisasi mendatang, namun penilaian akan ditujukan pada lembaga, bidang atau perorangan yang mempunya peranan atau kegiatan berhubungan budaya dan agama.
Tim ini sebutnya akan terdiri atas berbagai pihak seperti Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), MUI, Bundo Kandung, Kementerian Agama, pakar agama, pakar budaya, dan sejumlah tokoh lainnya.
Secara teknis, kata dia akan dinilai dari tingkat kecamatan yang kemudian juaranya mewakili kecamatan untuk berlomba di tingkat kota.
Pemenang akan diberikan piagam penghargaan pada peringatan upacara Kemerdekaan RI 17 Agustus 2017.
"Penilaian lomba akan dimulai pada Februari dan berakhir sebelum Agustus dengan total hadiah sebesar Rp120 juta," ujarnya.
Sementara itu salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Pauh Padang, Idi Syafriadi menyambut baik adanya lomba falsafah Minangkabau itu dan mengatakan hal tersebut akan mengingatkan masyarakat kembali pada adatnya.
Sebab, kata dia saat ini banyak masyarakat tidak kenal lagi adab dan budayanya dan terpengaruh aliran dari asing.
Dia berharap lomba ini bisa memotivasi kembali generasi tua mengajarkan generasi muda tentang adat Minangkabau. (*)
Pewarta: M R Denya Utama
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
