
Perusahaan Tambang Kelola Taman Rekerasi Pertambangan
Senin, 19 Desember 2016 08:57 WIB

Jakarta, (Antara Sumbar) - PT Vale Indonesia selaku salah satu perusahaan tambang terbesar di Tanah Air mengelola taman tambang yang ramah lingkungan bertemakan rekreasi area bekas pertambangan nikel di Soroako, Sulawesi Selatan.
"Taman ini bisa digunakan untuk wisata bagi warga sekitar. Selain itu menjadi salah satu upaya reboisasi dari perusahaan tambang," kata Manajer Rehabilitasi Tambang PT Vale Indonesia Yohan Lawang kepada Antara di Jakarta, Senin.
Taman tambang tersebut memiliki puluhan rusa yang dilepas secara bebas serta dirawat, sehingga rusa aman bagi pengunjung. Selain itu juga terdapat pohon-pohon yang kayunya sebagai bahan baku pembuat kapal Phinisi yaitu kayu bitti dan kayu ulin.
Di dalam area taman tambang, terdapat beberapa alat berat yang sudah tidak terpakai dipajang di dalam taman. Salah satunya adalah eskavator berukuran raksasa bekas perlengkapan tambang, eskavator tersebut tingginya mencapai kisaran 20 meter.
Kemudian dump truk khas tambang yang memiliki roda berdiameter hingga hampir tiga meter, serta peralatan berat lainnya yang berukuran raksasa. PT Vale Indonesia terus meningkatkan upaya pengembangan reboisasi bekas lahan pertambangan nikel di Soroako, Sulawesi Selatan.
"Menghijaukan kembali memang tanggung jawab kami sebagai perusahaan tambang, namun selain itu kami juga melakukan upaya untuk melestarikan tanaman asli serta mengembalikan habitat aslinya, termasuk fungsinya juga kepada masyarakat," kata Yohan Lawang.
Beberapa upayanya adalah bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengembangkan beberapa bibit tumbuhan yang layak serta bisa tumbuh baik di daerah bekas tambang.
Bahkan beberapa tumbuhan yang sudah ada sebelumnya belum ditemukan LIPI klasifikasinya. Selain itu, pohon jenis cemara, mahoni dan pohon angin mendominasi Taman Tambang.
"Kami menyebutnya Taman Tambang, lokasi tersebut merupakan bekas pertambangan tahun 70-an, luasnya empat hektar dengan berbagai jenis tanaman serta lokasi yang kami kembangkan beserta habitatnya, yaitu puluhan rusa," ucap Yohan.
Masyarakat umum boleh memasuki lokasi taman tambang secara gratis, seperti kebon raya Bogor gambaran kawasan tersebut. Namun, jika ingin memasukinya harus melalui izin terlebih dulu.
"Sering dipakai untuk pertemuan, wisata, dan sekadar untuk berjalan-jalan, namun harus ada izinnya," ujarnya. (*)
Pewarta: Afut Syafril
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
