Padang, (Antara Sumbar) - Pengaktifan jalur kereta api Lubuk Alung-Kayu Tanam, Sumatera Barat (Sumbar), masih terkendala kerusakan lokomotif yang akan dipergunakan pada jalur itu.
"Tidak bisa ditargetkan kapan bisa aktif. Lokomotif yang rusak itu masih kewenangan Kementerian Perhubungan. PT. KAI Sumbar sebagai operator hanya bisa menunggu," kata Kepala Divre II PT. KAI Sumbar Sulthon Hasanudin di Padang, Jumat.
Namun, ia berharap aktivasi jalur itu bisa dilakukan secepatnya, karena rel telah selesai dikerjakan, tinggal menunggu perbaikan lokomotif yang akan digunakan.
Lokomotif railbus yang akan digunakan melayani jalur Kayu Tanam-Padang, rusak beberapa kali pada diujicoba, Rabu (3/8). Kereta hilang tenaga dan mati mesin hingga harus didorong oleh lokomotif lain.
Pada uji coba sebelumnya, Selasa (12/7) juga gagal dilakukan karena atap lokomotif terbentur besi stik pengikat bagian atas jembatan kereta api di daerah Parit Malintang, Kabupaten Padang Pariaman. Benturan itu diduga akibat bertambahnya ketinggian jalur setelah penggantian kayu bantalan rel.
Lokomotif yang rusak itu, menurut Sulthon telah diperiksa oleh teknisi dari PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA) usai ujicoba.
"Dua teknisi tersebut telah melaporkan hasil pemeriksaan pada PT. INKA. Sekarang kami menunggu kapan perbaikan akan dilakukan," ujar dia.
Pengaktifan kembali jalur kereta Lubuk Alung-Kayu Tanam merupakan langkah awal untuk menghidupkan kembali seluruh jalur kereta api yang ada di Sumbar secara bertahap.
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengapresiasi rencana pengoperasian jalur kereta api Padang-Kayu Tanam itu.
Ia menilai, kerja Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Sumbar, PT KAI serta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika cukup cepat dalam hal reaktivasi jalur kereta itu.
"Kami berharap, secepatnya, jalur lain bisa diaktifkan kembali. Yang sangat memungkinkan adalah jalur Simpang Haru-Anak Air di Kota Padang, karena kajiannya sudah selesai dan lahannya sudah dibebaskan," ujarnya.
Ia mendorong semua pihak terkait segera merealisasikan perbaikan jalur rel kereta tersebut. (*)
