Jadi Tempat Pengungsian, KBM SD Pengadegan Terganggu

id Jadi Tempat Pengungsian, KBM SD Pengadegan Terganggu

Jakarta, (ANTARA) - Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SD 01, 03, 04 dan 05 Pengadegan,Jakarta Selatan yang berada di satu area, terganggu karena ruang kelas mereka dijadikan tempat pengungsian bagi warga RW 01 Pengadegan. "Seluruh ruang kelas kami dijadikan tempat pengungsian, kami sudah berkoordinasi dengan RW dan Kepala Seksi di Kemendiknas," ujar Kepala Sekolah SD 03 dan 04 Pengadegan Retno Tri Astuti di Jakarta, Kamis. Para pengungsi menempati 20 ruang kelas SD Pengadegan sejak Selasa (24/1), namun saat ini tinggal empat ruang yang dipakai sebagai tempat pengungsian warga. Menurut Retno, awalnya warga tidak ingin menjadikan sekolah sebagai tempat pengungsian. Namun karena jumlah pengungsi semakin banyak, dan posko di arena olahraga dan gedung lain tidak mampu menampung, maka sekolah akhirnya dipakai sebagai alternatif terakhir tempat pengungsian. Akibatnya, biaya listrik di sekolah membengkak, namun yang lebih mengkhawatirkan adalah KBM untuk siswa kelas satu hingga kelas lima diliburkan hampir dua minggu, sejak Selasa (16/1) hingga Kamis (24/1), dan siswa kelas enam mulai masuk sejak Selasa (22/1). "Kelas enam sudah mulai masuk karena akan menghadapi ujian, jadi seluruh siswa kelas enam yang berjumlah 60 orang lebih, jadi jadikan satu di ruang perpustakaan," kata Retno. Retno mengakui bahwa kondisi tersebut membuat KBM kurang kondusif dan maksimal, namun dibawah berbagai kekurangan, dia merasa anak-anak kelas enam harus terus belajar. Banjir di Pengadegan mulai surut, sebagian besar pengungsi juga mulai kembali ke rumah mereka masing-masing, untuk itu, Retno berharap, sekolah dapat segera digunakan untuk memulai KBM kembali. "Kami harus mengejar dua sampai tiga materi yang tertinggal, semoga hari senin ruang kelas dapat digunakan kembali," kata Retno. SD Pengadegan kerap menjadi tempat pengungsian warga ketika banjir melanda, seperti pada 2002 dan 2005, warga bahkan mengungsi hingga satu bulan penuh, karena air tak kunjung surut. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.