
Pemuka Lintas Agama Pasaman Sepakat Jaga Kerukunan

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaen Pasaman, Abdel Haq di Lubuk Sikaping, Jumat, mengatakan kesepakatan ini tidak hanya dalam menyambut bulan suci Ramadhan saja, tapi juga perayaan hari-hari besar agama lainnya yang ada di Indonesia.
"Kesepakatan yang dibuat ini untuk saling menghargai antar-umat dalam melaksanakan ibadah seperti saat ini umat Islam akan melaksanakan puasa dan hari raya Idul Fitiri 1437 Hijriyah atau 2016 Masehi," ujarnya.
Tokoh lintas agama yang melakukan kesepakatan itu yakni Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Pasaman dari tokoh agama Islam, K.H Manaf Gultom, tokoh agama Kristen Protestan W. Hutabarat dan tokoh Kristen Katolik S. Memoris Fau.
"Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan di Kantor Kemenag Pasaman. Ini sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 yang menjadi dasar hukum di negara kita," katanya.
Selain itu, katanya, para pemuka lintas tokoh agama yang ada di daerah itu juga sepakat untuk menindak tegas perbuatan propaganda dan provokasi yang dapat menyulut konflik antar-agama.
"Mereka juga sepakat untuk menolak segala bentuk paham radikalisme, terorisme dan komunisme di Pasaman. Pemuka lintas agama tersebut menyatakan siap untuk menjaganya," ujarnya.
Ia mengatakan tujuan dari kesepakatan ini adalah untuk menciptakan stabilitas keamanan dan kerukunan antar-umat beragama.
"Kita mengharapkan kepada masing-masing pemuka agama untuk dapat menyampaikannya kepada umatnya untuk mentaati seluruh kesepakatan yang telah dibuat tersebut," ujarnya.
Terkait dengan menyambut bulan suci Ramadhan ini, katanya, masyarakat diimbau untuk memulai pelaksanaan awal ibadah puasa Ramadhan tahun ini menunggu penetapan dari Kementerian Agama RI.
"Kita tunggu dulu pengumumannya dari Kemenag RI tentang awal Ramadhan ini setelah adanya sidang istbat," katanya.
Ia juga mengimbau kepada pemilik rumah makan yang ada di daerah itu untuk menutup dan tidak beroperasi pada siang hari selama Ramadhan.
"Kita minta kepada pemilik rumah makan untuk tutup pada siang hari agar pelaksanaan ibadah puasa tidak terganggu. Mari kita saling menghargai dan menghormati sehingga tercipta kerukunan," ujarnya. (*)
Pewarta: Riko Saputra
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
