Logo Header Antaranews Sumbar

Petani Payakumbuh Keluhkan Sulitnya Dapatkan Bibit Unggul

Senin, 25 April 2016 19:20 WIB
Image Print

Payakumbuh, (AntaraSumbar) - Sejumlah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang berada di lima kecamatan Kota Payakumbuh mengeluhkan sulitnya mendapatkan bibit unggul, walaupun ada harganya tinggi.

Ketua Poktan Cakato Pyakumbuh, Joni Syaputra di Payakumbuh, Senin, mengatakan seandainya bibit unggul yang diproduksi para penangkar bibit dibeli pemerintah, selanjutnya pemerintah menjual kepada poktan. Dengan cara itu, tentu harganya akan lebih murah serta menguntungkan para petani.

"Namun, sayangnya bibit yang diproduksi penangkar dijual kepada pihak ketiga dan kemudian poktan membeli dengan harga lebih tinggi," ujar dia saat pertemuan KTNA dalam rangka reses yang dilakukan di aula pertemuan pabrik coklat Cakato di Ampangan, Aua Kuniang, Payakumbuh Selatan.

Ia menyebutkan selain sulitnya mendapatkan bibit padi unggul, juga menyampaikan aspirasi agar dimudahkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), termasuk meminta pemerintah melakukan pembinaan dan penguatan kelembagaan petani.

Kemudian, para petani meminta untuk memperjuang pembangunan di bidang pertanian, perternakan, dan perikanan karena mayoritas masyarakat menggeluti usaha tersebut.

Menyikapi aspirasi KTNA Payakumbuh itu, Ketua DPRD Payakumbuh, Yendri Bodra berjanji akan meperjuangkan harapan para tani itu kepada pemerintah setempat.

"Kami akan sikapi keluhan para anggota KTNA itu, sepanjang tuntutan mereka tidak bertentangan dengan Undang-undang pasti akan diperjuangkan," sebut politisi partai Golkar itu.

Pihaknya, menilai permintaan masyarakat tersebut dalam rangka meningkatkan produksi petani, dimana meningkatkan produksi pertanian itu juga menjadi salah satu program pemerintah.

Dengan, demikian taraf hidup masyarakat dengan sendirinya akan meningkat, sebab masyoritas penduduk kota tersebut berprofesi sebagai petani. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026