
Rutan Padang: Kunjungan Lebaran obati kerinduan WBP dengan keluarga

Padang (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Padang, Sumatra Barat (Sumbar) mengungkapkan layanan kunjungan Lebaran 2026 selama empat hari berturut-turut mampu mengobati kerinduan warga binaan dengan keluarga.
"Animo kunjungan selama empat hari cukup tinggi, dengan hadirnya keluarga maka kerinduan warga binaan dengan keluarganya bisa terobati," kata Kepala Rutan Padang Mai Yudiansyah di Padang, Rabu.
Ia menyebutkan selama kunjungan Lebaran dibuka dari Sabtu hingga Selasa (24/3), keluarga yang datang ke Rutan Padang yang berlokasi di Anak Air Padang tercatat lebih dari 2.500 orang.
Sejak layanan pertama kali dibuka pada Sabtu (21/3) usai pelaksanaan Shalat Ied versi pemerintah, kunjungan keluarga tercatat mencapai 947 orang.
Kemudian pada Minggu, Senin, dan Selasa kunjungan masih tetap dibuka dengan rata-rata jumlah pengunjung 600 orang per hari.
Mai mengungkapkan selama layanan kunjungan keluarga dibuka pada momen Lebaran, tidak ditemukan pelanggaran atau gangguan keamanan.
"Setiap pengunjung yang akan masuk ke Rutan Padang kami periksa secara ketat, termasuk barang bawaan mereka berupa pakaian dan makanan," jelasnya.
Ia mengatakan dalam layanan kunjungan Lebaran tersebut keluarga berkesempatan menjenguk anggota keluarganya yang sedang mendekam di Rutan Padang.
Ketika bertemu secara langsung, warga binaan dengan keluarga bisa saling dan menyantap makanan atau minuman khas Lebaran yang dibawa oleh keluarga.
Rutan Padang memberikan waktu bertemu bagi warga binaan dengan keluarganya maksimal setengah jam, satu warga binaan hanya boleh dijenguk maksimal oleh lima anggota keluarga.
Secara teknis kunjungan dibagi ke dalam dua sesi setiap harinya selama empat hari, sesi pertama dari pukul 09.00-12.00 WIB, sedangkan sesi kedua pukul 14.00-16.00 WIB.
Mai mengatakan demi memperkuat pengamanan Rutan Padang menambah personel jaga, dan berkoordinasi dengan personel Kepolisian serta TNI.
Untuk diketahui saat ini Rutan Padang memiliki penghuni sebanyak 957 orang terdiri dari narapidana dan tahanan, mayoritasnya adalah muslim.
Mai mengatakan layanan kunjungan Lebaran telah berkahir pada Selasa (24/3), dan selanjutnya keluarga hanya dibolehkan menitipkan makanan atau minuman tanpa bertemu langsung.
"Setelah momen Lebaran ini kami kembali fokus pada tugas pokok dan fungsi Rutan, proses sidang bagi para tahanan akan dimulai pada Senin depan," katanya.
Pewarta: Fathul Abdi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
