Logo Header Antaranews Sumbar

Inacraft 2016, Diskoperindag Sijunjung Unggulkan "Teh Asam"

Jumat, 1 April 2016 08:35 WIB
Image Print

Sijunjung, (AntaraSumbar) - Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Sijunjung unggulkan produk minuman herbal "Teh Asam" di ajang Jakarta Inacraft 2016, 20 hingga 24 April.
"Produk tersebut diproduksi oleh dua Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Sijunjung, dengan memanfaatkan bahan herbal Asam Kandis dan Asam Gelugur," kata Kepala Dinas Koperindag setempat, Febrizal Anshori, di Muaro Sijunjung, Jumat.

Ia menyebutkan, produk tersebut sudah dikemas menggunakan kantong teh celup, untuk memudahkan penguatan merek dagang maka kami sepakat menyebutnya dengan minuman "Teh Asam".

Menurutnya, produksi minuman herbal tersebut memanfaatkan tumbuhan lokal yang populasinya cukup banyak tumbuh di kawasan hutan di Nagari Latang, Kecamatan Lubuk Tarok.

Berdasarkan hasil penelitian para ahli, jelasnya, tumbuhan Asam Kandis dan Asam Gelugur asal daerah itu memiliki kualitas paling bagus dan sudah mulai langka keberadaannya di daerah lain.

Untuk menunjang upaya peningkatan produksi masyarakat pelaku IKM tersebut pihaknya telah memberikan fasilitas alat pengering dan pengolah bahan minuman tersebut pada 2015.

Selain itu, katanya menambahkan, upaya pembinaan serta fasilitasi pengurusan kelengkapan perizinan usaha dan produksi diantaranya izin usaha, sertifikasi BPOM serta sertifikasi produk halal dari MUI.

"Juga sudah dilaksanakan dengan proyeksi untuk mengembangkan kawasan Nagari Latang sebagai daerah sentra produksi minuman tersebut," ujarnya.
Kedepan, imbuhnya, pihaknya berharap pelaku usaha mampu memproduksi dalam jumlah besar, agar serapan tenaga kerja produktif bisa ditingkatkan dalam rantai produksi mereka nantinya.

Dia mengatakan, saat ini produk minuman herbal tersebut sudah mulai dipasarkan secara luas hingga luar negeri, yakni Jepang dan Belanda, serta beberapa pusat perbelanjaan modern di ibu kota Jakarta meskipun masih dalam jumlah produksi terbatas seperti sekarang ini.
Secara lokal, lanjutnya, pihak Pemkab Sijunjung juga sudah mengeluarkan kebijakan untuk menjadikan Teh Asam Kandis dan Asam Gelugur khas daerah itu sebagai satu menu wajib, ketika menjamu tamu - tamu daerah atau dikonsumsi oleh seluruh ASN di jajarannya.
Hal itu guna memberikan kepastian ketersediaan pasar bagi pelaku IKM, yakni dengan membasiskan penjualan lokal sebagai penyangga utama dalam menutupi biaya produksi mereka, serta sebagai pijakan awal untuk meningkatkan daya saing dalam melakukan penetrasi pasar agar mampu berkompetisi ditengah maraknya produksi minuman herbal sejenis.
Salah seorang warga yang mengonsumsi minuman herbal tersebut, Vanny Almaireza (20), mengaku sangat puas dengan khasiat yang dihasilkan minuman tersebut jika dikonsumsi secara rutin.

"Kemampuannya dalam menyerap kelebihan lemak, mengurangi kolesterol, melebarkan pembuluh darah, memperbaiki sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan melancarkan menstruasi sudah lebih dari cukup menjadi alasan untuk mengonsumsi minuman ini secara rutin," jelasnya.
Namun dia mengeluhkan jumlah produksi yang terbatas dan harga jual yang lebih tinggi jika dibandingkan produk minuman sejenis lainnya, dan berharap ada upaya untuk lebih menjamin ketersediaan produk tersebut secara jangka panjang.
Salah satunya dengan memastikan populasi tumbuhan yang menjadi bahan baku utama tetap terjaga kelestariannya dan kualitas produksi serta kemasan bisa lebih ditingkatkan.

Karena diproduksi oleh pelaku IKM, katanya, tentu membutuhkan kepastian pembinaan secara berkelanjutan dan tidak menghilang begitu saja setelah dikembangkan hanya karena ketidakmampuan dalam memasarkan produk tersebut akibat lemahnya dukungan pemerintah pada setiap tingkatan untuk mengampanyekan sebuah produk IKM. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026