Logo Header Antaranews Sumbar

UPT Konservasi Inkubasi 5.000 Telur Penyu

Rabu, 30 Maret 2016 18:24 WIB
Image Print

Pariaman, (AntaraSumbar) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Penyu Kota Pariaman menginkubasi 5.000 butir telur penyu pada triwulan pertama 2016.

Kepala UPT Konservasi Penyu Pariaman Citrha Aditur Bahri di Pariaman, Rabu, menyebutkan dari 5.000 butir telur tersebut 1.500 butir di antaranya telah menetas.

"Memang tidak semua telur penyu yang kami inkubasikan dapat berhasil ditetaskan, beberapa juga mengalami kegagalan seperti yang disebabkan faktor iklim dan cuaca serta proses pengambilan telur dari sarang," kata dia.

Pada 2016 UPT Konservasi Penyu mencatat kurang lebih 200 butir telur penyu mengalami kegagalan menetas atau sekitar dua sarang.

Untuk jumlah anak penyu atau tukik sendiri, UPT konservasi setempat telah melepaskan kurang lebih sebanyak 1.000 ekor ke laut bebas.

Dari jumlah tersebut 75 persen dilepaskan dengan tujuan konservasi dan 25 persen dilepaskan oleh para pengunjung yang datang untuk ekoturisme.

"Masyarakat atau pengunjung yang datang ke sini bisa saja melepaskan anak tukik namun dikenakan biaya untuk pelepasan," ujarnya.

Citrha menyebutkan 5.000 butir telur penyu tersebut pihak UPT setempat memperolehnya di beberapa titik seperti Pulau Kasiak yang merupakan kawasan konservasi penyu, Pulau Ujuang, Pantai Naras dan di sekitar Pantai Sunua perbatan antara Kota Pariaman dengan Kabupaten Padangpariaman.

"Lebih dominannya kita peroleh telur penyu dari Pulau Kasiak dan Pulau Ujuang selebihnya di lokasi lain," katanya.

Dari 5.000 butir telur penyu itu, pada umumnya ditemukan dan diantarkan langsung oleh masyarakat setempat ke pihak UPT.

Masyarakat yang menemukan dan mau mengantarkan telur penyu ke UPT Konservasi akan diberi biaya ganti akomodasi sebesar Rp3.000 setiap butir telur.

"Anggaran dana penganti bagi masyarakat yang menemukan telur penyu sudah kami siapkan, selain dapat menyelematkan habitat penyu, masyarakat juga mendapatkan keuntungan secara finansial," katanya.

Jika dibandingkan antara triwulan 2015 dengan triwulan 2016 maka jumlah penemuan dan inkubasi telur penyu tidak terjadi peningkatan. Diperkirakan puncak penyu bertelur tersebut pada Bulan Mei mendatang. (cpw)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026