
Kesenian Tradisional Ditampilkan di Jam Gadang

Bukittinggi, Sumbar 13/2 (Antara) - Tujuh sanggar seni di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, menampilkan kolaborasi seni musik tradisional dan tari piring di pelataran objek wisata Jam Gadang untuk memperingati 32 tahun daerah itu dicanangkan sebagai kota wisata.
"Selain untuk memberikan hiburan gratis kepada masyarakat, ini juga masih rangkaian kegiatan peringatan 32 tahun Bukittinggi sebagai kota wisata," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bukittinggi, Melfi Abra di Bukittinggi, Minggu.
Menurutnya, kolaborasi tujuh sanggar tersebut mengusung tema "Cahaya Lilin di Bawah Jam Gadang".
Ia mengatakan, tujuh sanggar yang berkolaborasi itu masing-masing Gastarana, Ganto Minang, Rang Mudo, Saayun Salangkah, Sakato, Puti Limo Jurai dan Linduang Bulan.
Salah seorang penari dari sanggar Ganto Minang, Deni sebelum penampilan Sabtu (12/3) malam mengatakan, tidak ada persiapan khusus untuk acara tersebut karena selalu melakukan latihan rutin sanggar.
"Latihannya hanya untuk menyamakan gerakan dengan musik pengiring yang berbeda dengan musik tari piring di sanggar," katanya.
Menurutnya, setiap sanggar memiliki gerakan tari sendiri sehingga jika ada kolaborasi dengan sanggar lain, maka harus dilakukan latihan untuk menyamakan gerakan dengan musik.
Ia mengatakan, penampilan malam itu cukup memberikan kepuasan karena ramainya masyarakat yang antusias menyaksikan.
"Selain itu, acara ini juga menjadi suatu sarana silaturahmi dengan sanggar lainnya karena biasanya tampil tidak bersamaan, adanya acara ini ketujuh sanggar bisa berkolaborasi menampilkan pertunjukan seni bagi pengunjung," lanjutnya.
Sementara, seorang pemain alat musik tansa dari sanggar Ganto Minang, Asri mengatakan, dalam persiapan musik pengiring, membutuhkan waktu empat kali latihan.
"Persiapannya diawali dengan setiap sanggar menampilkan gerakan tari masing dan sebagian besar tempo gerakan tari setiap sanggar tidak banyak berbeda sehingga tidak banyak pula perbedaan pada musik pengiring," katanya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut berjalan cukup baik mengingat waktu latihan yang minim.*
Pewarta: Ira Febrianti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
