
Legislator Minta BPBD-PK Ledakkan Batu Bukit Karan

"Batu besar itu bisa menggelinding dan menimpa rumah warga yang berada di lereng bukit jika tidak segera diledakkan," kata Sekretaris Komisi III DPRD Padang, Amrizal Hadi saat dihubungi dari Padang, Rabu.
Ia mengatakan pemerintah kota seharusnya telah meledakkan batu besar itu sejak terjadi longsor sebelumnya.
"Ini kondisi bencana dan membahayakan. Jangan karena tidak ada lagi bencana, lokasi itu malah ditinggalkan begitu saja," katanya.
Ia menyampaikan penanganan antisipasi terjadinya bencana serupa di Bukit Karan yang rawan banjir dan longsor itu harus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga jika belum benar-benar selesai harus dipantau terus menerus.
Menurutnya, harusnya pemerintah menanganinya dengan serius dan tidak banyak alasan, termasuk dalam mengurus perizinan melaksanakan pengeboman tersebut, karena itu persoalan internal eksekutif dan tidak sulit.
Sementara Ketua Komisi IV DPRD Padang, Surya Jufri Bitel meminta BPBD-PK segera mengambil tindakan dengan melakukan evaluasi serta perbaikan di lokasi itu agar tidak terjadi lagi bencana serupa.
"Jika tidak bertindak cepat dan tidak ada antisipasi bencana, tentu persoalan ini bisa menimbulkan korban, baik materil maupun korban jiwa," ujarnya.
Selain itu BPBD-PK juga perlu berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk penanganannya sehingga dapat dilakukan maksimal.
Kepala BPBD-PK Padang Dedi Henidal mengatakan pihaknya sedang mengusahakan pengeboman batu besar di Bukit Karan itu, dan berharap terlaksana dalam minggu ini.
Menurutnya, saat ini BPBD-PK masih terkendala secara administrasi terkait surat izin dan jika hal tersebut selesai, maka akan segera dilakukan pengeboman terhadap batu-batu yang berada di atas bukit tersebut.
"Saat ini ada dua batu besar yang mengancam warga dan jika diledakkan, maka secara otomatis kondisi daerah setempat akan kembali tenang," ujarnya. (*)
Pewarta: Vicha Faradhika
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
