
Distan Sumbar: Produksi Padi Baru 3 Persen
Sabtu, 17 Oktober 2015 15:01 WIB

Padang, (AntaraSumbar) - Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Sumatera Barat (Sumbar) Besli, mengungkapkan, berdasarkan angka ramalan (Aram) II produksi padi di daerah itu baru 3 persen atau 2,5 juta ton.
"Ini sebenarnya belum dirilis. Sumbar ditargetkan pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi sebesar 5 persen atau 2.650 juta ton gabah kering giling untuk 2015 ini," katannya di Padang.
Ia menjelaskan, guna mencapai target tersebut saat ini pihaknya gencar menggiatkan berbagai program kegiatan dan bantuan seperti Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedele (Upsus Pajale).
Dalam Upsus Pajale, Distan Sumbar bekerjasama dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam pengamanan penyaluran pupuk dan bibit, sehingga sampai tepat waktu dan sasaran ke tingkat petani.
Kemudian, juga bekerjasama dengan Universitas Andalas (Unand) sebagai fasilitator, motivator dan advisor bagi petani dalam menjalankan kegiatan pertaniannya.
"Sedangkan kami lewat penyuluh pertaniajn yang ada bertugas memperkuat kelembagaan petani serta kelembagaan usaha pertanian," jelasnya.
Selain program bantuan melalui Upsus Pajale, lanjutnya, pihaknya juga memberikan bantuan berupa "hand tractor" pada kelompok-kelompok tani, sehingga mempercepat penggarapan lahan pertanian.
Tak hanya itu, Distan Sumbar juga telah melakukan perbaikan terhadap saluran tersier irigasi. Bahkan, hingga Oktober tahun ini lebih 70 ribu hektare yang tersebar di 19 kabupaten/kota.
Sementara, Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat berdasarkan Aram I 2015 produksi padi di Sumbar sebesar 2,6 juta ton lebih, naik 4,8 persen dari produksi tahun 2014 sebesar 2,5 juta ton.
Kepala BPS Sumbar Yomin Tofri mengatakan kenaikan itu dipicu adanya peningkatan luas panen sebesar 14.595 hektare dan meningkatnya produktivitas lahan 1.44 persen per hektare.
"Ini juga tak lepas dari berbagai program yang digulirkan pemerintah untuk mencapai swasembada pangan pada 2019 mendatang," sebutnya. (cpw)
Pewarta: Teddy Setiawan
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
