Logo Header Antaranews Sumbar

Petronas Ketapang Pasok Minyak ke Kilang Pertamina

Sabtu, 15 Agustus 2015 22:11 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang di laut utara Pulau Madura, Jatim yang dioperasikan Petronas Carigali Ketapang II Ltd mulai memasok minyak mentah ke kilang pengolahan milik PT Pertamina (Persero).

Kepala Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Elan Biantoro di Jakarta, Sabtu menyebutkan, Lapangan Bukit Tua melakukan "lifting" minyak pertama pada Kamis (14/8).

Selanjutnya, menurut dia, minyak mentah Bukit Tua akan dikirim ke kilang-kilang Pertamina dengan menggunakan kapal tanker milik BUMN migas itu yakni MT Pegasus Success XXXVIII.

Untuk gas Bukit Tua, akan dialirkan ke fasilitas penerimaan di darat (onshore receiving facility/ORF) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur.

"Gas rencananya akan digunakan untuk pembangkit listrik," ucap Elan.

Lapangan Bukit Tua yang dioperasikan perusahaan asal Malaysia itu telah mulai memproduksi minyak dan gas pada pertengahan Mei 2015.

Saat ini, produksi lapangan tersebut sekitar 5.000 barel minyak per hari dan tiga juta kaki kubik gas bumi per hari.

Tingkat produksi itu secara bertahap akan meningkat hingga puncak 20 ribu barel minyak per hari dan 50 juta kaki kubik gas per hari pada 2016.

Bukit Tua yang terletak 35 kilometer sebelah utara laut Pulau Madura dan 110 kilometer timur laut Kota Gresik, Jawa Timur itu merupakan proyek hulu migas terbesar Petronas di Indonesia dengan investasi sekitar 800 juta dolar AS.

Anjungan Bukit Tua terhubung dengan fasilitas produksi, penyimpanan, dan pengangkutan terapung (floating production, storage and offloading/FPSO) Ratu Nusantara di lepas pantai Madura.

FPSO Ratu Nusantara yang merupakan kapal penampungan minyak mentah Bukit Tua, memiliki kapasitas pengolahan minyak hingga 20 ribu barel per hari dan 70 juta kaki kubik gas per hari, serta 20 ribu barel air per hari.

Selain itu, kapal dirancang mampu menyimpan hingga 630 ribu barel minyak yang telah diproses.

Kemudian, fasilitas ini terhubung melalui pipa bawah laut sepanjang 110 kilometer, dengan fasilitas penerimaan gas di daratan Gresik.

Kepemilikan saham Petronas di Blok Ketapang sebesar 80 persen. Sisanya, dimiliki PT Saka Ketapang Perdana, yang merupakan anak perusahaan PT PGN Tbk. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026