Logo Header Antaranews Sumbar

7.000 Hektare Persemaian Padi Langkat Gagal Tanam

Rabu, 22 Juli 2015 17:12 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Langkat, (AntaraSumbar) - Persemaian padi untuk pertanaman seluas 7.000 hektare yang ada di 10 kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berpotensi gagal tanam karena hujan yang tidak kunjung turun di daerah itu.

"Terjadi potensi kegagalan pertanaman seluas 7.000 hektare," kata Pelaksana Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Nur Supandi di Stabat, Rabu.

Kegagalan pertanaman itu meliputi 10 kecamatan antara lain Kecamatan Secanggang, Babalan, Gebang, Brandan Barat, Pangkalan Susu, Pematang Jaya, Wampu, dan Kecamatan Stabat.

"Ini akan sangat berpengaruh bagi produksi padi Langkat," katanya.

Meski demikian, kata dia, Dinas Pertanian Pemkab terus melakukan berbagai upaya agar petani di daerah itu tetap dapat menanam.

Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Langkat Yusfik Helmi mengataka, sebanyak 350 hektare dari jumlah lahan persemaian tersebut tidak memungkinkan lagi untuk ditanam.

Kondisi itu disebabkan kondisi tanah yang terlalu kering akibat tidak menerima curah hujan dalam beberapa waktu belakangan ini.

"Tidak dapat ditanam lagi karena lewat waktu akibat curah hujan yang tidak juga kunjung turun di kawasan itu," katanya.

Akibat tidak dapat dimanfaatkannya 350 hektare lahan persemaian padi itu, maka terdapat 175 ton benih yang tidak dapat dimanfaatkan.

Jika jumlah benih yang tidak dapat digunakan tersebut diperjualbelikan, maka nilainya dapat mencapai Rp1,75 miliar.

Meski terus mengupayakan adanya persemaian tanaman baru, tetapi pihaknya mengkhawatirkan kondisi itu karena sangat berdampak terhadap upaya peningkatan ketahanan pangan.

Dinas Pertanian Langkat terus mendorong agar petani kembali melakukan persemaian padi, terutama di beberapa tempat yang mulai turun hujan.

Sementara untuk target pertanaman tahun 2015, Dinas Pertanian merencanakan seluas 81.438 hektare untuk padi sawah dan 538 hektare untuk padi gogo (ladang). (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026