Logo Header Antaranews Sumbar

Rahmat Saleh: Pemerintah harus Kreatif Cari Investor

Rabu, 10 Juni 2015 15:16 WIB
Image Print

Padang, (AntaraSumbar) - Anggota Komisi II DPRD Sumatera Barat Rahmat Saleh menilai pemerintah harus kreatif dalam mencari investor untuk menanamkan uangnya di daerah ini sebagai upaya mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi.

"Dalam menanamkan modal di daerah ini ada kearifan lokal yang tidak bisa dihindari seperti tanah ulayat dan prinsip budaya setempat, karena itu pemerintah daerah harus kreatif menyiasatinya," kata dia di Padang, Rabu.

Ia menyampaikan hal itu menanggapi terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi Sumbar triwulan I-2015 yang hanya berada pada angka 5,46 persen karena rendahnya investasi.

Menurut dia dalam menanamkan modal investor tentu ingin ada jaminan kepastian, keamanan serta infrastruktur yang memadai.

Sumbar sudah mulai melakukan pembenahan infrastruktur dan berupaya memberikan jaminan kepada investor namun perlu lebih dimaksimalkan, ujar dia.

Akan tetapi ia mengakui masih ada sejumlah persoalan yang harus dituntaskan terkait dengan pembangunan infrastruktur tersebut.

"Misalnya ketika pemerintah ingin membangun jalan Bypass dua jalur terkendala pembebasan lahan milik masyarakat," kata dia.

Di sisi lain ia melihat turunnya pertumbuhan ekonomi Sumbar triwulan I-2015 disebabkan pengaruh dari luar seperti kondisi ekonomi nasional dan kebijakan pemerintah pusat.

"Kebijakan penaikan dan penurunan BBM membuat harga barang fluktuatif, sehingga sejumlah komoditas mengalami inflasi atau kenaikan harga," ujar dia.

Sementara Bank Indonesia perwakilan Sumbar mencatat pertumbuhan ekonomi provinsi itu pada triwulan I-2015 melambat hanya berada pada angka 5,46 persen sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2014 sebesar 5,54 persen.

"Rendahnya aktivitas investasi dan lambatnya konsumsi pemerintah menjadi faktor utama tertahannya pertumbuhan ekonomi Sumbar di awal tahun," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar Puji Atmoko.

Menurut dia lesunya pertumbuhan ekonomi Sumbar tersebut sejalan dengan perlambatan perekonomian pada hampir seluruh provinsi lainnya di wilayah Sumatera dan pada skala nasional. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026