Logo Header Antaranews Sumbar

Industri Kreatif Sumbar Butuh Perhatian Pemerintah

Rabu, 25 Februari 2015 20:52 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Kepala Dinas Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Burhasman Bur mengatakan daerah itu memiliki ribuan pelaku ekonomi kreatif yang masih membutuhkan perhatian pemerintah, termasuk pemerintah pusat. "Pelaku ekonomi kreatif di Sumbar membutuhkan perhatian terutama anggaran teknis untuk pelatihan, sosialisasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)," katanya di Padang, Rabu. Selain itu pelaku ekonomi kreatif, menurut dia, juga perlu dibimbing dalam hal kemasan yang menarik dan bimbingan terkait register produk. "Dengan adanya register produk, diharapkan hasil usaha kreatif asal Sumbar bisa bersaing di pasar internasional," kata dia. Ia menambahkan, akhir 2015 Indonesia memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang konsekuensinya semua produk yang ada di ASEAN akan bebas keluar masuk, termasuk ke Sumbar. "Pelaku ekonomi kreatif di Sumbar harus benar-benar mempersiapkan diri menghadapi MEA ini," kata dia. Meski memiliki potensi persaingan yang ketat, tetapi dia mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk tidak takut menghadapi era pasar bebas tersebut. "MEA merupakan peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan diri. Karena itu dari sekarang kita terus melakukan bimbingan kepada pelaku ekonomi kreatif yang ada di Sumbar," kata dia. Menurut dia, anggaran untuk melakukan bimbingan itu sudah masuk dalam APBD Sumbar 2015. "Setelah APBD cair, kita langsung laksanakan program tersebut," kata dia. Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat mendampingi Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin saat mengunjungi Sumbar, Selasa (24/2) mengatakan karakter masyarakat Minang lebih memilih menjadi wiraswasta di sektor industri kreatif dibanding bekerja sebagai buruh pabrik. "Hal ini menyebabkan industri padat karya kurang berkembang di Sumbar, tetapi industri kreatif berskala kecil dan menengah sangat banyak tumbuh dan berkembang, baik di bidang kerajinan maupun kuliner," katanya. Meski demikian, dia berharap Kemenperin tetap memberikan perhatian ke Sumbar terutama untuk industri kreatif. Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin dalam kunjungannya mengatakan Sumbar memang tidak masuk ke dalam tujuh wilayah industri prioritas yang dicanangkan Kementerian Perindustrian. Namun dia meminta Pemprov Sumbar tidak berkecil hati, karena Menperin merencanakan pembangunan sentra industri untuk Sumbar akan diberikan 2016. "Sumbar memiliki banyak industri kreatif, bisa saja nantinya industri kretif ini yang dikembangkan," kata dia. (*/mko)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026