
Polisi Kembangkan Kasus Perampokan di Dharmasraya

Pulau Punjung, (ANTARA) - Polisi terus mengembangkan kasus perampokan dengan senjata api jenis M16 pascatertangkapnya gembong perampokan, Mulyadi. Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz didampingi Kasat Reskrim Iptu Lasuardi di Pulau Punjung, Kamis, mengatakan, Mulyadi (33) ditangkap di Batanghari, Provinsi Jambi beberapa hari yang lalu. Sementara itu, jajaran Polres Dharmasraya terus berupaya mengungkap keterlibatan Mulyadi beserta antek-anteknya terhadap serangkaian peristiwa kejahatan atau perampokan yang dilakukan di Dharmasraya, seperti perampokan yang menimpa pedagang pengumpul getah karet dan kasus lainnya. "Kita sudah melakukan konfrontasi antara Mulyadi dengan tersangka lainnya yang sudah tertangkap yaitu Imam," ujarnya. Lebih lanjut Lasuardi mengatakan, dari hasil konfrontasi itu Mulyadi mengakui serangkaian perampokan di sejumlah daerah seperti Dharmasraya, Solok Selatan, Tebo dan lainnya adalah perbuatannya. "Khusus Dharmasraya Mulyadi baru mengakui melakukan tindak kejahatan dengan merampok toke karet dan mencuri empat unit sepeda motor. Namun kami tidak percaya dengan pengakuan tersebut. Kami akan terus kembangkan dan mengungkap sampai tuntas kasus tersebut," imbuhnya. Dia menegaskan, pihaknya akan terus mengungkap sejauh mana keterlibatan Mulyadi terhadap serangkaian kejahatan yang dilakukan, terutama di Dharmasraya. Disebutkanya, Mulyadi merupakan gembong atau ketua kelompok perampok antar lintas. Artinya, kelompok Mulyadi memiliki wilaya kerja Provinsi Jambi dan Sumbar. Namun demikian, katanya, Mulyadi belum mengakui asal senjata jenis M16 yang digunakan untuk merampok dan belum jelas keberadaaanya. Dia menambahkan, Hendra warga Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Dharmasraya, yang diduga pelaku perampokan toko emas di Batanghari, Jambi, beberapa hari yang lalu juga memakai senjata api. Dalam kasus tersebut Hendra bertindak sebagai eksekutor. Pascatertangkapnya Hendra oleh jajaran Polres Pesisir Selatan beberapa hari yang lalu, polisi terus menyelidiki guna menemukan senjata yang dipakainya dalam beraksi. "Anggota di lapangan terus menyisiri tempat-tempat yang diprediksikan sebagai tempat untuk menyimpan senjata tersebut seperti di rumah istri Hendra yang berlokasi di Jorong Lubuk Pring Seberang Piruko, Nagari Koto Baru, Dharmasraya, namun hasil nihil," kata dia. Pencarian dilanjutkan ke rumah orang tua Hendra di Bukit Bajang, Nagari Koto Baru termasuk di beberapa lokasi diantaranya Ampalu dan Koto Salak, semua nihil. Selanjutnya, didapat lagi informsi jika senjata tersebut dipinjamkan lagi kepada seseorang yang yang beralamat di Jorong Padang Bungur, Nagari Abai siat, Kecamatan Koto Besar, Dharmasraya, namun saat anggota Polres mendatangi tempat tersebut, yang bersangkutan sudah tidak berada ditempat, jelasnya. "Kita terus berupaya mencari keberadaan senjata tersebut," katanya. (*/cpw/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
