Logo Header Antaranews Sumbar

Panti Andam Dewi Bina Tiga Ribuan Wanita

Senin, 16 Maret 2015 11:03 WIB
Image Print

Arosuka, (Antara) - Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi, Sukarami, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) sejak berdiri pada 1983 telah membina tiga ribuan wanita mantan Pekerja Seks Komersial (PSK), dan wanita rentan permasalahan sosial. Kepala Dinas Sosial Sumbar, Abdul Gaffar di Sukarami, Senin, mengatakan, para wanita yang menghuni panti itu adalah PSK atau wanita rentan masalah sosial yang terjaring saat operasi Satpol PP atau aparat lainnya dari berbagai daerah di Sumbar. Setelah mendapat pembinaan keterampilan seperti menjahit dan membordir, sebahagian besar mereka bisa hidup mandiri, bahkan banyak yang sukses dengan usaha baru mereka. Ia menyebutkan, di dalam panti para wanita itu diberi berbagai macam keterampilan, dengan harapan kelak mereka bisa hidup mandiri saat kembali ke rumah dan keluarga mereka masing-masing. Selain itu mereka juga mendapat bimbingan rohani secara rutin sesuai jadwal yang ditentukan, mereka dibimbing para penceramah setiap usai shalat subuh dan maghrib berjamaah di mushalla panti. Para penghuni panti juga memiliki jadwal tetap untuk berolahraga setiap hari Rabu dan gotong-royong membersihkan halaman komplek panti setiap Jumat pagi. "Sedang bimbingan keterampilan menjahit dan bordir dilaksanakan setiap Senin, Selasa dan Kamis," katanya. Sedangkan untuk hari minggu digunakan oleh para wanita penghuni panti yang saat ini berjumlah 17 orang untuk bersih-bersih, mencuci pakaian dan menyetrika pakaian serta kegiatan pribadi masing-masing. Kepala Panti Andam Dewi Sukarami Kabupaten Solok, Syahbana menambahkan selama berada di dalam panti, kebutuhan para wanita binaan tersebut dipenuhi semua, seperti makan, minum, pakaian, bahkan kebutuhan pembalut wanita juga disediakan. Panti Andam Dewi berdiri di atas lahan seluas enam hektare, dengan luas bangunan dua hektare, berkapasitas 40 orang. Panti memiliki 12 orang tenaga PNS, dua PTT, dua pegawai honor dan 12 petugas lain seperti tenaga satpam. Kegiatan para penghuni panti, 70 persen bimbingan mental, dan 30 persen program keterampilan seperti membordir dan menjahit serta membuat kerajinan tangan. "Setelah mendapat bimbingan selama enam bulan, mereka diperbolehkan kembali pulang kepada keluarganya masing-masing, dan diberi bantuan modal usaha," katanya. Bantuan yang diberikan berupa mesin jahit dan peralatan kerja lainnya agar mereka bisa hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat, katanya. Terpisah, Novi (18) dan putri (19) dua wanita muda warga binaan Panti Andam Dewi Sukaramai mengatakan, mereka sangat senang bisa mendapat bekal keterampilan seperti membordir, menjahit serta membuat kerajinan tangan. "Semua bekal keterampilan yang kami dapatkan di dalam panti ini akan dijadikan bekal untuk bisa hidup mandiri, dan membina kehidupan yang baru," katanya. (**/cpw1)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026