Logo Header Antaranews Sumbar

Ekonom: Konsumsi produk lokal dapat dorong serapan tenaga kerja

Rabu, 10 Juni 2026 20:11 WIB
Image Print
Ilustrasi - Pedagang menjual pakaian melalui siaran langsung lokapasar di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Jumat, 31/1/2025). Kementerian Komunikasi dan Digital dalam 100 hari pertama telah mencatat sebanyak 1.433 UMKM terdigitalisasi dan naik kelas dengan 309 di antaranya aktif menjual secara daring sehingga dapat menjadi salah satu sektor tulang punggung ekonomi Indonesia. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Jakarta (ANTARA) - Peningkatan konsumsi produk lokal dinilai dapat memberikan dampak cepat terhadap penyerapan tenaga kerja, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang banyak bergerak di bidang padat karya.

Pengamat ekonomi sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Dr. Toto Pranoto S.E., M.M mengatakan sektor UMKM seperti makanan dan minuman (F&B) serta fesyen berpotensi menjadi pihak yang paling awal merasakan manfaat dari meningkatnya permintaan terhadap produk dalam negeri.

"Sektor usaha yang digeluti UMKM seperti F&B atau fashion adalah sektor yang relatif bersifat padat karya, apalagi didukung ekosistem penunjang, sehingga penyerapan tenaga kerja bisa optimal," kata Toto Pranoto saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, peningkatan konsumsi produk lokal tidak hanya berdampak pada pertumbuhan usaha skala kecil dan menengah, tetapi juga berpotensi menggerakkan sektor ekonomi lain yang terkait dengan rantai pasok produksi.

Ia menjelaskan peningkatan aktivitas UMKM dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan sektor manufaktur dalam jangka menengah.

Meski demikian, kebangkitan sektor manufaktur memerlukan waktu yang lebih panjang karena pelaku industri harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum meningkatkan kapasitas produksi.

"Sementara sektor manufaktur mungkin akan bangkit pada kurun waktu jangka menengah karena keputusan menambah volume produksi akan sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku serta pengaturan produksi," ujarnya.

Toto mengatakan peningkatan aktivitas sektor UMKM diharapkan dapat memicu pertumbuhan industri manufaktur seiring meningkatnya kebutuhan pasokan barang dan bahan pendukung.

Ia menambahkan sektor yang berpotensi didorong konsumsinya antara lain kelompok makanan dan minuman, obat tradisional dan herbal, serta produk kebutuhan sehari-hari atau fast-moving consumer goods (FMCG) karena memiliki permintaan yang relatif tinggi di pasar.

Menurut dia, penguatan konsumsi produk lokal perlu didukung oleh berbagai langkah strategis, mulai dari perlindungan terhadap industri dalam negeri hingga peningkatan daya saing produsen lokal.

Pemerintah, lanjutnya, perlu memperkuat pengawasan impor dan mencegah masuknya barang selundupan, sementara pelaku usaha perlu meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat pasokan bahan baku, serta membangun merek yang lebih kuat agar mampu bersaing di pasar domestik.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekonom: Konsumsi produk lokal dapat dorong serapan tenaga kerja



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026