Logo Header Antaranews Sumbar

Presiden Nigeria Kutuk Pemboman di Wilayah Utara

Rabu, 25 Februari 2015 06:45 WIB
Image Print

Lagos, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Nigeria Goodluck Jonathan pada Selasa (24/2) mengutuk pemboman bunuh diri yang telah menewaskan puluhan orang antara Senin dan Selasa (24/2) di Negara Bagian Yobe dan Kano, Nigeria Utara. Presiden Nigeria tersebut mengatakan di dalam satu pernyataan di pusat ekonomi Nigeria, Lagos, Boko Haram menggunakan pemboman bunuh diri terhadap sasaran empuk setelah operasi perebutan kembali oleh tentara Nigeria dan sekutu multinasional mereka memperlihatkan sekte garis keras itu menghadapi kekalahan. Ia menambahkan Boko Haram, yang diduga sebagai pelaku serangan itu, menghadapi kepunahan akibat pemboman gencar oleh tentara federal, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Seorang pembom bunuh diri pada Senin (23/2) meledakkan satu bom di Kota Potiskum di bagian timur-laut Nigeria, dan satu pemboman lagi terjadi pada Selasa. Di Negara Bagian Kano di Nigeria Barat-laut, seorang pembom bunuh diri lagi juga melancarkan serangan pada Selasa. Sejauh ini sebanyak 50 orang telah tewas dan banyak orang lagi cedera dalam ketiga pemboman itu. Kelompok garis keras tersebut dalam dua bulan belakangan telah melancarkan pemboman, serangan dan penculikan guna berusaha merebut wilayah. Sementara itu, 207 petempur Boko Haram tewas oleh personel militer Chad di Nigeria pada Selasa, kata satu pernyataan yang dikeluarkan militer Chad pada Selasa malam melalui stasiun radio resmi. Menurut pernyataan tersebut, banyak perangkat militer disita, termasuk satu tank yang dilengkapi dengan transceiver (alat yang terdiri atas pengirim dan penerima gelombang), dua mortir, dua mobil Toyota bak-terbuka dan banyak amunisi. Ditambahkannya, 13 mobil bak-terbuka dihancurkan. Seorang prajurit Chad tewas dan tiga lagi cedera dalam baku-tembak tersebut. Pernyataan itu mengatakan, "Setelah pertempuran sengit selama beberapa jam, militer kami sepenuhnya menghancurkan musuh." Sejak terlibat pertempuran melawan Boko Haram pada pertengahan Januari 2015, militer Chad telah mampu merebut kembali Kota Besar Gambaru dan Kikwa di Nigeria dari petempur Boko Haram. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026