Logo Header Antaranews Sumbar

BPS: Pertanian Andalan Perekonomian Solok Selatan

Senin, 16 Februari 2015 17:57 WIB
Image Print

Padang Aro, (Antara) - Badan Pusat Statistik menyebutkan, sektor pertanian masih menjadi andalan perekonomian Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, dengan sumbangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar 36,23 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan, Ilhamiwitri di Padang Aro, Senin, mengatakan, sebetulnya pertumbuhan sektor pertanian ini melambat pada 2013 jika dibandingkan dengan 2012. Namun sektor itu masih menjadi andalan perekonomian Solok Selatan selama periode 2009-2013. Ia menyebutkan, pertumbuhan sektor pertanian melambat dari 5 persen pada 2012 menjadi 4,54 persen pada 2013. Perlambatan sektor pertanian ini disebabkan oleh menurunnya pertumbuhan sub sektor tanaman pangan dan holtikultura pada 2013. Selain itu, imbuhnya, sektor peternakan juga melambat dari 5,65 persen pada 2012 menjadi 2,12 persen 2013. Selama 2013, katanya, sektor hotel dan restoran juga mengalami pertumbuhan yang lebih rendah karena perlambatan sub sektornya yaitu dari 7.04 persen pada 2012 menjadi 7,00 persen 2013 untuk hotel selanjutnya di ikuti sub sektor restoran dari 6,05 persen 2012 menjadi lima persen 2013. Disamping itu sektor pengangkutan dan komunikasi juga mengalami perlambatan laju pertumbuhan dari 7,51 persen 2012 menjadi 7,46 persen 2013, ujarnya. "Sedangkan sektor yang mencatat pertumbuhan tertinggi yaitu sektor bangunan dari 8,95 persen menjadi 9 persen pada 2013," katanya. Ia menambahkan, Sub sektor perkebunan juga mengalami peningkatan dari 5,31 persen pada 2012 menjadi 8,37 persen di 2013. Sub sektor kehutanan juga mengalami kenaikan pertumbuhan dari 2,12 persen pada 2012 menjadi 5,96 persen 2013. Pada 2013, katanya, sektor industri pengolahan mengalami percepatan pertumbhan yang sama dengan tahun sebelumnya yaitu 5,35 persen. Sektor pertambangan juga mengalami pertumbuhan yang sama antara 2012 dengan 2013 yaitu 8,37. Sedangkan sektor listrik, gas dan air bersih mengalami percepatan pertumbuhan dari 7,49 persen pada 2012 menjadi 7,51 persen 2013 peningkatan ini karena meningkatnya sub sektor air bersih dari 6,90 persen 2012 menjadi 7,52 persen 2013. Sektor lain yang mengalami percepatan pertumbuhan yaitu keuangan, persewaan dan jasa dimana pertumbuhannya dari 6,31 persen 2012 menjadi 6,39 persen 2013. Selanjutnya sektor jasa-jasa juga mengalami percepatan pertumbuhan dari 7,63 persen 2012 menjadi 7,99 persen 2013. (*/rik)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026