Logo Header Antaranews Sumbar

BPS: Pertanian Masih Andalan Perekonomian Solok Selatan

Selasa, 30 Desember 2014 03:03 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Padang Aro, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan, Sumatera Barat, menyebutkan bahwa sektor pertanian masih menjadi andalan pertumbuhan ekonomi kabupaten itu dengan sumbangan sebesar 36,89 persen. Kepala BPS Solok Selatan, Ilhamiwitri di Padang Aro, Selasa, mengatakan, pertumbuhan ekonomi sektor pertanian meningkat dari 4,97 persen tahun 2011 menjadi 5,00 persen pada 2012. "Peningkatan pertumbuhan ekonomi sektor pertanian karena meningkatnya pertumbuhan hampir pada keseluruhan sub sektornya tahun 2011," jelasnya. Sektor pertambangan dan penggalian juga mengalami percepatan pertumbuhan dari 8,35 persen pada 2011 menjadi 8,37 persen pada 2012 dan merupakan sektor kedua tertinggi yang mengalami pertumbuhan selama 2012. Dia mengatakan, sub sektor tanaman pangan dan hortikultura meningkat dari 4,84 persen pada 2011 menjadi 4,90 persen pada 2012. Sub sektor peternakan juga meningkat dari 5,55 persen pada 2011 menjadi 5,65 persen tahun 2012, sub sektor perikanan juga naik dari 5,91 persen 2011 menjadi 5,96 di 2012, imbuhnya. Pada 2012 sektor industri pengolahan juga mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya yaitu dari 5,30 persen menjadi 5,35 persen. Sektor listrik, gas dan air bersih juga terus mengalami percepatan pertumbuhan yaitu dari 7,44 persen di 2011 menjadi 7,49 persen pada 2012, sebutnya. "Meningkatnya sektor ini karena pertumbuhan kedua sub sektornya dimana air bersih dari 6,85 persen 2011 menjadi 6,90 persen tahun berikutnya sedangkan sub sektor listrik percepatan pertumbuhannya dari 7,47 persen 2011 menjadi 7,52 persen 2012," terangnya. Dari sektor bangunan, katanya, juga merupakan pertumbuhan tertinggi selama 2012 dan ini tidak berbeda jauh pada 2012 dimana percepatnnya dari 8,90 persen menjadi 8,95 persen. Sektor Hotel, perdagangan dan restoran pada 2012 juga mengalami tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2011 yaitu 6,99 persen dengan sub sektor perdagangan besar dan eceran mengalami tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari 2011 yaitu sebesar 7,02 persen dan sub sektor hotel naik dari 7,00 persen menjadi 7,04 persen pada 2012 selanjutnya di ikuti sub sektor restoran yaitu dari 6,00 persen 2011 menjadi 6,05 persen 2012. Pertumbuhan sektor pengangkutan dan komunikasi mengalami laju pertumbuhan dari 7,43 persen 2011 menjadi 7,51 persen 2012 selanjutnya sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan juga mengalami percepatan pertumbuhan dari 6,26 persen 2011 menjadi 6,31 persen 2012. Sedangkan pada sub sektor perkebunan pertumbuhan ekonomi malah mengalami penurunan dari 5,33 persen 2011 menjadi 5,31 persen pada 2012 dan dari segi pertumbuhannya juga mengalami penurunan dari 2,15 persen menjadi 2,12 persen 2012. (*/rik)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026