
PBB Beri Bantuan Kemanusiaan Buat Pengungsi di Ukraina

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Program Pembangunan PBB (UNDP) pada Rabu (31/12) mengumumkan organisasi itu melancarkan gagasan dengan tujuan mengirim bantuan buat orang yang mengungsi di dalam negeri mereka (IDP), serta warga lain yang rentan dan terjebak permusuhan. Badan PBB tersebut memulai aksi bantuan kemanusiaan di tengah pertempuran yang berlangsung dan situasi kemanusiaan yang memburuk di Ukraina. Data paling akhir dari Kantor Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi gambaran suram mengenai kenyataan di lapangan buat jutaan orang yang tinggal di wilayah yang terpengaruh langsung oleh konflik, seperti di Donetsk, Luhansk, Zaporichchia dan Dnipropetrovsk. Di sana ratusan ribu IDP masih terjebak. Dari pertengahan April sampai 12 Desember, sedikitnya 4.707 orang tewas dan 10.322 orang lagi cedera akibat pertempuran. Sejak gencatan senjata rapuh dimulai, tak kurang dari 1.357 kematian dicatat. Selain itu, PBB belum lama ini telah melaporkan bahwa sejak Maret 2014, lebih dari satu juta orang telah kehilangan tempat tinggal di daerah yang terpengaruh konflik, termasuk hampir 530.000 orang di dalam Ukraina, sebanyak 130.000 di antara mereka adalah anak kecil. Meskipun upaya paling akhirnya, yang direncanakan dimulai pada Januari, UNDP akan membidik orang tua, anak yatim-piatu, perempuan hamil, keluarga yang mempunyai anak dan orang cacat dengan sebanyak 30.000 lebih paket makanan, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis. Paket tersebut adalah tambahan dari paket makanan untuk lebih dari 25.000 yang sudah dibagikan kepada IDP di seluruh negeri tersebut. Selain paket makanan itu, badan PBB tersebut juga mengumumkan UNDP akan membagikan seperangkat pakaian hangat buat orang dewasa dan anak-anak serta selimut dan seprei dalam upaya membatu meringankan penderitaan pengungsi dalam menghadapi musim dingin yang berat di Ukraina. "Mendukung orang yang menjadi pengungsi di dalam negeri mereka dan pemulihan dini prasarana sosial penting di Ukraina Timur adalah prioritas bagi Program Pembangunan PBB," kata Inita Paulovica, Asisten Wakil Residen UNDP di Ukraina, dalam satu siaran pers. "Tugas utama kami ialah menjamin bahwa tak seorang pun terlewatkan." Pada penghujung Februari 2014, situasi di Ukraina melampaui apa yang mulanya dipandang sebagai krisis politik dalam negeri Ukraina menjadi bentrokan berdarah di beberapa bagian negeri tersebut, dan belakangan mencapai konflik berskala penuh di bagian timur. Gencatan senjata dan rencana perdamaian buat Ukraina Timur ditandatangani di Ibu Kota Belarusia, Minsk, pada 5 September, tapi tetap rapuh. Situasi sejak itu telah terus memburuk, dengan konsekuensi serius bagi kestabilan, keutuhan wilayah dan persatuan negeri tersebut. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
