Logo Header Antaranews Sumbar

PBB Desak Beri Akses Bantuan Kemanusiaan

Jumat, 28 Februari 2014 08:41 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Seorang pejabat senior PBB di Sudan telah mendesak Pemerintah Sudan dan Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (SPLM-N) untuk memberi akses bagi bantuan kemanusiaan sementara kedua pihak telah diundang ke pembicaraan di Ethiopia. Koordinator Kemanusiaan dan Residen PBB di Sudan Adnan Khan telah menyambut baik undangan Uni Afrika (AU) untuk Pemerintah Sudan dan SPLM-N ke pembicaraan di Addis Ababa, Ibu Kota Ethiopia, pada 28 Februari, kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky dalam taklimat harian di Markas PBB, New York. "Ia mendesak pemerintah dan SPLM-North untuk melakukan tindakan secepatnya guna menjamin kebutuhan kemanusiaan dapat diatasi sementara dialog politik berlanjut," kata Nesirky. "Khan mengatakan ada kebutuhan yang mendesak dan kritis di Negara Bagian Kordofan Selatan dan Nil Biru dan pembagian bantuan kemanusiaan penyelamat nyawa tak boleh menjadi syarat bagi kemajuan politik," kata Nesirky, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Awal pekan ini, Uni Afrika mengatakan pembicaraan antara Pemerintah Sudan dan pemberontak SPLM-N direncanakan dilanjutkan pekan ini. Uni Afrika menyampaikan harapannya bahwa pembicaraan itu akan melicinkan jalan bagi dialog yang lebih luas antara kedua pihak. Babak pertama pembicaraan berakhir tanpa pertemuan langsung antara kedua pihak di Addis Ababa pada 18 Februari. PBB telah menyatakan pertempuran hampir tiga-dasawarsa oleh antara kelompok gerilyawan tersebut dan pasukan pemerintah di Negara Bagian Kordofan Selatan serta Nil Biru telah mempengaruhi lebih dari satu juta warga sipil. Sudan telah menuduh Sudan Selatan, yang memisahkan diri dari Sudan pada Juli 2011, mendukung pemberontak anti-pemerintah yang beroperasi di Wilayah Darfur serta Negara Bagian Nil Biru dan Kordofan Selatan. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026