
Buruh Minta Item KHL Ditambah Jadi 84

Jakarta, (Antara) - Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia), Mirah Sumirat meminta agar item survei kebutuhan hidup layak (KHL) pekerja lajang yang dilakukan oleh dewan pengupahan ditambah dari 60 menjadi 84 item. "Mengubah item survei KLH pekerja lajang dari 60 menjadi 80 kami nilai sebuah keharusan. Karena jumlah 60 kami nilai masih kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari buruh," kata Mirah Sumirat di Jakarta, Kamis. Menurut dia, usulan penambahan item KHL itu adalah salah satu cara agar upah minimum buruh pada 2015 mendatang bisa naik sebesar 30 persen atau Rp3 juta per bulan dari upah minimum sebelumnya. Berdasarkan data dari Forum Serikat Pekerja Nasional penambahan item KHL tersebut adalah air minum daam kemasan galon ukuran 19 liter, kaos (lengan panjang/pendek), baju tidur, jaket, sandal formal, tas kerja, dompet, jam, payung/jas hujan, hanger baju, karpet laintai, kipas angin, televisi, kipas angin. Kemudian mesin cuci, dispenser, lemari es, termos air, pembersih lantai, minyak wangi, perlengkapan P3K, alat komunikasi, kosmetik. "Jika ini tidak dilakukan, maka buruh Jabodetabek dan daerah lainnya akan terus bergerak memperjuangkan hal ini sepanjang pemerintah tidak serius merubah kualitas dan kuantitas KHL menjadi 84 item," kata dia. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
