"Eco-Driving" Diklaim Menghemat Konsumsi BBM 10-20 Persen
Rabu, 28 Mei 2014 17:56 WIB
Jakarta, (Antara) - Perilaku mengemudi ramah lingkungan (eco-driving) diklaim dapat menghemat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 10-20 persen.
"Hasil riset menunjukkan mengemudi yang berwawasan lingkungan dapat menghemat BBM," kata Asisten Deputi Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Bergerak Kementerian Lingkungan Hidup Novrizal Tahar di Jakarta, Rabu.
Kementerian Lingkungan Hidup menyelenggarakan Eco Driving Workshop dan Rally di kawasan Senayan Jakarta pada 31 Mei 2014.
Kali ini workshop eco-driving berupaya mendorong gerakan menggunakan bahan bakar rendah sulfur.
Novrizal mengemukakan bahwa eco-driving juga mengurangi emisi dan pencemaran udara serta mengurangi biaya perawatan kendaraan.
Saat ini di Indonesia hampir 97 persen menggunakan BBM bersubsidi yang tinggi kandungan sulfur sehingga mengasilkan emisi yang jauh lebih kotor dibandingkan BBM non subsidi.
Data-data menunjukkan penurunan tren kualitas udara perkotaan nasional misalnya Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2012, terjadi penurunan kualitas udara secara nasional dari sebelumnya.
Data tersebut juga menunjukkan kualitas parameter sulfur dioksida (SOx), nitrogen dioksida (NOx) dan partikulat (PM10) di kota-kota besar di Indonesia mengalami penurunan kualitas yang signifikan. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Antam Selasa (10/02/2026) hari ini naik Rp14.000 menjadi Rp2,954 juta/gram
10 February 2026 10:00 WIB
Selasa (10/02/2026) hari ini emas UBS Rp2,993 juta/gr dan Galeri24 Rp2,979 juta/gr
10 February 2026 9:02 WIB
Jadwal dan lokasi layanan SIM Keliling Kota Padang, hari ini Selasa (10/02/2026)
10 February 2026 4:23 WIB