PBB Peringatkan Penduduk Yaman Perlu Bantuan Kemanusiaan
Jumat, 16 Mei 2014 6:52 WIB
PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Lebih dari separuh penduduk Yaman memerlukan sejenis bantuan kemanusiaan, kata juru bicara PBB kepada wartawan di Markas PBB, New York, Kamis (15/4).
"Sepuluh-setengah juta orang Yaman menghadapi rawan pangan, 13 juta tak memiliki akses ke air bersih atau kebersihan yang layak dan 8,6 juta tak memperoleh bantuan kesehatan, termasuk layanan kesehatan reproduksi," kata Stephane Dujarric, Juru Bicara bagi Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, dalam taklimat harian.
Negara Timur Tengah itu terus berusaha membangun negara federal dan menempa pembaruan demokratis, kata PBB.
Ribuan orang telah meninggalkan tempat tinggal mereka di Yaman, saat pasukan pemerintah melancarkan operasi terhadap kubu Al Qaida.
Dari 14,7 juta orang Yaman yang memerlukan semacam bantuan kemanusiaan, ada 7,6 juta orang yang telah diidentifikasi sebagai "paling memerlukan" oleh PBB, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Lembaga dunia tersebut telah mengembangkan rencana tanggap darurat buat orang-orang itu.
Dalam taklimat harian, Dujarric mengutip pernyataan Johannes Van Der Klaauw, Koordinator Kemanusiaan PBB di Yaman dan Wakil Komisariat Tinggi PBB Urusang Pengungsi (UNHCR). Ven Der Klaauq mengatakan pada Kamis, "Masyarakat internasional perlu tampil dengan dana mendasar untuk melaksanakan rencana tanggap darurat 2014 bagi Yaman, yang masih sangat kekurangan dana."
Menurut Dujarric, hanya 18 persen dari 591,6 juta dolar AS dana yang diperlukan untuk melaksanakan rencana tanggap darurat tersebut telah diperoleh tahun ini. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018