New York, (Antara/KUNA-0ANA) - Perserikatan Bangsa Bangsa Rabu mengatakan, pihaknya belum memutuskan apakah penerus Wakil Khusus Bersama Lakhdar Brahimi untuk Suriah akan mewakili keduanya PBB dan Liga Arab, atau hanya PBB, saat pembahasan tentang solusi politik di Suriah terus berlanjut. "PBB akan melihat semua aspek pekerjaan di Suriah, termasuk status dari utusan yang berurusan dengan Suriah - Saya pikir kita harus melihat apa yang Terjadi," kata Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan dalam brifing pers harian. Dia mencatat bahwa PBB akan melakukan "pencarian yang terbaik untuk dapat memajukan Suriah, dan komunitas internasional yang lebih luas harus melakukan hal yang sama." PBB melihat dari semua aspek pekerjaannya di Suriah dan "sebagian besar dari itu adalah bekerjasama dengan Liga Arab. "Kontak antara PBB dan Liga Arab sering dan mereka sangat mendalami khususnya mengenai Suriah," katanya menambahkan. Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Al-Araby, menegaskan kepada harian Al-Hayat bahwa u Kepala PBB Ban Ki-moon tidak pernah menyebutkan niatnya untuk mengakhiri status Liga Arab dari penerus Brahimi, dan mereka berdua setuju untuk terus berkonsultasi mengenai misi penerus itu. Dia menambahkan bahwa ia tidak mendengar perubahan status bagi penerus Brahimi sementara membahas nama dengan Ban. Dia tidak bersikeras bahwa penerus Brahimi harus Arab. Al-Araby juga mengatakan bahwa Ban lebih suka bahwa pengganti Brahimi adalah mantan presiden atau perdana menteri, sehingga bisa berpengaruh. Ban menyesalkan pengunduran diri Brahimi kemarin sebagai "tragedi bagi rakyat Suriah" dan "kegagalan" bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Banyak disebutkan nama sebagai untuk pengganti Brahimi, tetapi belum ada keputusan dibuat. (*/WIJ)