Iran-Pakistan Bersatu untuk Perangi Aksi Teror
Senin, 12 Mei 2014 14:00 WIB
Teheran, (Antara/Xinhua-OANA) - Iran dan tetangganya di sebelah tenggara, Pakistan, bersatu dalam perang mereka melawan aksi teror, demikian laporan media lokal, Ahad (11/5).
Terorisme adalah masalah "besar dan serius" di wilayah itu, kata Presiden Iran Hassan Rouhani dalam satu pertemuan dengan Perdana Menteri Nawaz Sharif, yang sedang berkunjung dan tiba di Ibu Kota Iran, Teheran, Ahad, untuk melakukan kunjungan resmi.
"Iran dan Pakistan dapat mengusir pelaku teror dan aksi kekerasan di wilayah ini dengan mengundang beberapa negara lain regional untuk meningkatkan kerja sama intelijen, keamanan dan operasional," kata Presiden Iran itu, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin siang. Ia menenkankan perlunya untuk menjaga keamanan wilayah perbatasan.
Nawaz Sharif mengatakan aksi teror telah menjadi pukulan yang sangat keras bagi ekonomi Pakistan, dan mengulangi seruan Rouhani untuk memantau wilayah perbatasan, kata Press TV.
Wilayah perbatasan menjadi keprihatinan khusus bagi kedua negara bertetangga tersebut sementara laporan terus beredar mengenai berlanjutnya serangan. Pekan lalu, Iran menangkap sejumlah "pelaku teror bersenjata" di Provinsi Sistan Baluchestan di bagian tenggara negara Persia itu di dekat perbatasan dengan Pakistan, demikian laporan Press TV. Polisi menyatakan para tersangka tersebut "bermaksud melancarkan aksi sabotase".
Pada Februari, kelompok gerilyawan Sunni Jaish Al-Adl --yang berpusat di Pakistan-- menculik lima penjaga perbatasan Iran. Mereka membunuh salah seorang penjaga perbatasan itu pada Maret dan membebaskan sisa empat personel lagi pada April.
Kelompok tersebut juga telah mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan pada Oktober lalu di satu daerah pegunungan di dekat Kota Saravan, di Provinsi Sistan Baluchestan, Iran, yang berbatasan dengan Pakistan.
Kunjungan dua-hari Sharif, yang dilakukan atas undangan Presiden Hassan Rouhani, adalah kunjungan pertama tingkat pemimpin Pakistan sejak pembentukan pemerintah baru Iran pada Agustus 2013.
Selama kunjungannya, Sharif dijadwalkan bertemu dengan Rouhani dan membahas berbagai masalah termasuk perkemabgan bilateral, regional dan internasional, kata kantor berita resmi Iran, IRNA. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018