Pasukan Afghanistan Tewaskan 70 Gerilyawan Dalam Dua Hari
Sabtu, 10 Mei 2014 20:16 WIB
Kabul, (Antara/Xinhua-OANA) - Pemerintah Afghanistan mulai melancarkan tekanan atas anggota Taliban saat 70 gerilyawan telah tewas di kubu Taliban di Afghanistan Selatan sejak Jumat (9/5).
Dalam serangan paling akhir terhadap anggota Taliban, pasukan keamanan Afghanistan menyerbu tempat persembunyian Taliban di bekas kubu Taliban di Provinsi Zabul, Afghanistan Selatan, dan menewaskan tujuh petempur termasuk komandan mereka, kata Kementerian Dalam Negeri di dalam satu pernyataan yang disiarkan di Ibu Kota Afghanistan, Kabul, Sabtu.
"Satuan polisi, yang bertindak setelah menerima laporan intelijen, menyerbu tempat persembunyian Taliban di Desa Dalai, Kabupaten Shamalzai, Sabtu dini hari, dan menewaskan tujuh gerilyawan termasuk seorang komandan penting, Mullah Abdul Qadir," kata pernyataan itu.
Pernyataan tersebut tidak mengatakan apakah ada korban jiwa di pihak personel polisi.
Mullah Qadir, menurut warga lokal, adalah seorang komandan penting dan kematiannya dapat menjadi kemunduran besar bagi gerilyawan Taliban di Zabul dan daerah yang berdekatan.
Pasukan keamanan Afghanistan dalam satu penindasan serupa pada Jumat pagi, dengan sasaran anggota Taliban di Provinsi Ghazni, yang bertetangga, menewaskan 63 gerilyawan dan melukai 41 orang lagi, kata Juru Bicara Militer Nazif Sultani.
"Sebagai bagian dari tekanan yang dilancarkan terhadap gerilyawan Taliban, pasukan keamanan melakukan penindasan di beberapa bagian Kabupaten Gilan di Provinsi Ghazni, Jumat larut malam, dan sepanjang hari ini (Sabtu) 63 anggota Taliban telah tewas dan 41 orang lagi cedera," kata Sultani, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu malam.
Personel keamanan juga telah menyita banyak senjata dan amunisi selama beberapa operasi, pejabat itu menambahkan.
Sebaliknya, anggota Taliban telah menyatakan mereka menewaskan puluhan personel keamanan Afghanistan di seluruh negeri tersebut selama dua hari belakangan.
Melakukan tekanan militer terhadap anggota Taliban berlangsung setelah pengumuman Taliban untuk melaksanakan serangan musim semi mulai 12 Mei di seluruh negara yang dilanda konflik itu.
"Operasi musim semi, yang diberi nama sandi Khyber akan dilancarkan pada pukul 05.00 waktu setempat pada Senin, 12 Mei 2014, di seluruh Afghanistan terhadap pasukan penyerbu dengan sasaran meraih kebebasan negara ini dari penjahat," kata pernyataan yang diposting di jejaring cabang Taliban, Kamis (8/5).
"Semua pasukan asing penyerbu, mata-mata mereka, penerjemah mereka, kontrak militer dan sipil mereka serta siapa saja yang mendukung serbuan asing adalah sasaran sah dan akan diserang," tambah pernyataan Taliban tersebut.
"Pejabat senior pemerintah, anggota kabinet, anggota parlemen, dan personel keamanan, hakim, jaksa penuntut dan anggota dinas keamanan adalah sasaran sah," tambah pernyataan itu.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Sediq Sediqi, dalam pembicaraan dengan media massa lokal, telah menyebut pengumuman Taliban untuk melancarkan serangan musim semi sebagai propaganda dan meremehkannya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga Afghanistan minta Pangeran Harry diadili usai pengakuan bunuh 25 orang Afghanistan
17 January 2023 6:23 WIB, 2023
Pertemuan OKI hasilkan resolusi tentang situasi kemanusiaan di Afghanistan
20 December 2021 12:52 WIB, 2021
Tidak fokus, kegagalan Indonesia untuk ciptakan gol saat lawan Afghanistan
17 November 2021 7:29 WIB, 2021
Ratusan atlet Afghanistan dievakuasi, FIFA dorong internasional jadi rumah baru bagi mereka
27 October 2021 6:17 WIB, 2021
Uni Eropa nilai perilaku pemerintah Taliban tak menggembirakan, ekonomi Afghanistan terancam runtuh
04 October 2021 8:01 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018