Perilaku Seks Bebas Ancam Pelajar di Sumbar
Jumat, 9 Mei 2014 9:06 WIB
Padangpariaman, (Antara) – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Penyakit Masyarakat (LSM Pekat) Sumatera Barat (Sumbar) Ali Mukhni mengatakan bahwa pelajar di Sumbar terancam perilaku seks bebas dibuktikan dari maraknya kejahatan seksual yang terjadi saat ini.
“Melihat fenomena yang terjadi saat ini di media massa masalah perilaku seks bebas atau arisan seks sangat mengkhawatirkan dan juga mangancam pelajar di Sumatera Barat,†kata dia di Padangpariaman, Jumat.
Ia menilai, indikasi perilaku seks bebas tersebut harus disikapi secara serius oleh semua kalangan, karena masalah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang Gubernur, Bupati dan Wali Kota saja.
“Adanya indikasi perilaku seperti ini di kalangan pelajar harus disikapi serius oleh seluruh stake holders, masalah ini bukan tanggung jawab seorang kepala daerah saja, tetapi masalah bersama termasuk orang tua siswa itu sendiri,†kata dia.
Ali Mukhni yang juga Bupati Padangpariaman itu menginstruksikan kepada instansi-instansi pendidikan di daerah itu untuk selalu waspada terhadap adanya perilaku-perilaku menyimpang para pelajar.
Selain itu, memberikan pendidikan agama kepada siswa di sekolah untuk menjadi modal yang berharga melindungi pelajar dari perilaku-perilaku menyimpang.
“Sebelum proses belajar mengajar belangsung, hendaknya guru selalu memberikan siraman rohani kepada siswa, selain itu juga rutinkan siswa untuk membaca Al-Quran disertai terjemahannya dan kuliah tujuh menit secara bergantian,†kata dia.
Selain itu, ia mengatakan bahwa yang paling penting untuk menghindari adanya perilaku menyimpang remaja dan indikasi perilaku seks bebas ini dengan adanya pengawasan yang baik dari orang tua terhadap anak-anaknya.
Jika hanya mengandalkan guru di sekolah saja, menurutnya tidak akan bisa mengontrol perilaku siswa tersebut karena siswa hanya beberapa jam saja di sekolah, selebihnya di lingkungan masyarakat dan keluarga.
Untuk menghindari hal ini, ia mengharapkan orang tua di rumah bisa mengawasi anaknya serta mencarikan berbagai kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk perkembangan anak.
“Saya ingatkan kepada orang tua jangan biarkan anak keluyuran pada malam hari, sibukkan anak dengan kegiatan ekstrakurikuler yang mengasah bakat, seperti olahraga, fotografi, musik, les bahasa asing dan lain sebagainya,†tutupnya. (mg)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UPN Bukittinggi laksanakan Edu Resih pencegahan HIV AIDS dengan pemberdayaan LKAAM di SMK 1 Bukittinggi
08 September 2025 10:00 WIB
Polisi terus masih dalami kasus pesta seks sesama jenis di Jakarta Selatan
04 February 2025 10:04 WIB, 2025
Wako Bukittinggi ajak seluruh kepala daerah di Sumbar berani ungkap kasus seks menyimpang
23 June 2023 16:56 WIB, 2023
Portugal identifikasi lima infeksi cacar monyet, diduga menular lewat kontak seks
19 May 2022 13:33 WIB, 2022
Aktor peraih nominasi Oscar James Franco kecanduan seks, akui tiduri murid-muridnya di sekolah akting
23 December 2021 9:24 WIB, 2021
Fakta Peng yang tuding dipaksa hubungan seks oleh bekas pejabat China
20 November 2021 9:01 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018