Yogyakarta, (Antara) - Kedatangan kereta api di Daerah Operasi VI Yogyakarta mengalami keterlambatan hingga lebih dari 100 menit dari jadwal akibat anjloknya Kereta Api Bogowonto di Kilometer 248+250 Cirebon, Minggu (4/5) malam. "Kereta harus mengambil rute memutar sehingga memakan waktu yang lebih lama. Akibatnya, banyak kereta yang datang terlambat dari jadwal yang ditetapkan," kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta Bambang Setiyo Prayitno di Yogyakarta, Senin. Menurut dia, kereta menuju Yogyakarta yang biasanya menempuh rute Cirebon-Prupuk-Purwokerto, kini harus menempuh rute memutar, yaitu melalui Cirebon-Tegal-Prupuk-menuju Kroya. Evakuasi untuk Kereta Api Bogowonto, kata dia, sudah dapat dilakukan karena yang terguling hanya bagian lokomotif sehingga gerbong lainnya masih bisa melanjutkan perjalanan menggunakan lokomotif pengganti. "Perbaikan jalur terus dikerjakan agar tidak terlalu lama mengganggu perjalanan kereta lainnya sehingga jadwal perjalanan bisa lancar kembali," katanya. Selain menyebabkan keterlambatan kedatangan sejumlah kereta jarak jauh, anjloknya Bogowonto juga menyebabkan dua kereta komuter dari Daerah Operasi VI dibatalkan. Kedua kereta api yang dibatalkan perjalanannya adalah Kereta Api Sidomukti relasi Yogyakarta-Solo dan Kereta Api Ajisaka relasi Yogyakarta-Kutoarjo. Perseroan Terbatas (PT) KAI, lanjut Bambang, memberikan dua pilihan kepada calon penumpang, yaitu menunggu kereta karena ada keterlambatan keberangkatan atau membatalkan perjalanan. "Jika menunggu, ada kemungkinan kereta akan berangkat terlambat. Akan tetapi, jika ingin membatalkan perjalanan, bisa memperoleh penggantian tiket 100 persen," katanya. (*/jno)