Pejabat: Parlemen Libya Tak Akui PM Baru
Senin, 5 Mei 2014 9:36 WIB
Tripoli, (Antara/AFP) - Seorang pejabat senior parlemen Libya mengatakan bahwa majelis tidak mengakui perdana menteri baru negara itu, Ahmed Miitig, yang terpilih Ahad pagi.
Ezzedine Al-Awami, wakil ketua pertama parlemen, mengatakan dalam
kerancauan pemungutan suara yang diambil oleh parlemen, Miitig gagal untuk mendapatkan jumlah suara yang diperlukan.
Sebuah pernyataan yang diposting di situs web pemerintah mengatakan Miitig, dari kubu Islam yang didukung pengusaha, mendapat 113 suara, tetapi diperlukan 120 untuk mendeklarasikan
perdana menteri baru di negara itu.
Dalam satu pernyataan kedua yang diterbitkan di website itu, Awami mengatakan, pemungutan suara itu "tak berlaku lagi dan ilegal."
Hal itu menyusul sidang yang kaca sebelumnya di Kongres Umum Nasional (GNC).
Miitig, 42 tahun, semula dilaporkan telah mengerahkan hanya 113 suara dari 120 suara yang dibutuhkan di bawah konstitusi dalam mosi percaya.
Tetapi pejabat GNC, Salah al-Makhzoum, kemudian mengatakan Mittig sebenarnya sudah meraih 121 suara dari 185 kursi parlemen sementara, setelah dilakukan penghitungan ulang, sesudah mengalahkan penantang Omar al-Hassi, seorang profesor universitas.
Beberapa perwakilan mengecam penghitungan ulang, yag mereka katakan terjadi setelah persidangan telah resmi ditutup.
"Apa yang terjadi itu adalah ilegal," kata Juru Bicara GBC Omar Hmidan.
Pemungutan suara juga telah disiarkan langsung di televisi pemerintah. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Korsel cabut darurat militer setelah parlemen sepakat untuk mengakhiri
04 December 2024 8:33 WIB, 2024
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018