Bappenas Nilai Stabilitas Ekonomi Jadi Modal Pembangunan
Rabu, 30 April 2014 14:34 WIB
Jakarta, (Antara) - Wakil Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo menilai stabilitas ekonomi menjadi modal pembangunan mendatang.
"Stabilitas ekonomi menjadi modal bagi pembangunan mendatang dan saat ini inflasi relatif stabil," kata Lukita usai pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan berbagai tantangan akan dihadapi pemerintahan mendatang seperti dalam bidang infrastruktur yang harus ditingkatkan.
Lukita mengatakan infrastruktur merupakan kunci dalam upaya akselerasi pertumbuhan pembangunan.
"Infrastruktur merupakan kunci dalam upaya akselerasi pembangunan karena semua bidang terkait dengan infrastruktur," ujarnya.
Tantangan kedua, menurut dia, harus meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia Indonesia khususnya menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Hal itu, menurut Lukita, terkait percepatan kapasitas dan kualitas tenaga kerja yang sudah ada dan akan masuk dunia kerja.
"Perlu akselerasi pelatihan agar dapat sertifikat kompetensi, nanti akan dilihat apakah tenaga kerja sudah memiliki atau belum," ujarnya.
Dia menilai ada beberapa sektor yang belum tersedia sertifikat kompetensi untuk disejajarkan dengan MEA 2015.
Lukita menilai pariwisata merupakan sektor yang sudah sangat siap bagi Indonesia menghadapi MEA karena sudah ada standarisasi bagi tenaga kerja dalam sektor itu. Hal tersebut, menurut dia, ditunjukkan dengan berbagai pelatihan yang diberikan sesuai dengan standar kompetensi.
"Pariwisata kita sudah sangat siap karena sudah ada standar melalui lembaga pelatihan yang ada dengan sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja di sektor tersebut," ujarnya.
Namun Lukita menegaskan secara ke seluruh rencana aksi Indonesia untuk masuk MEA sudah 75-80 persen.
Selain itu, dia menjelaskan, kunci berjalannya Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan dan ketenagakerjaan adalah tercapainya suply side pelayanan.
Dia mencontohkan "suply side" pelayanan kesehatan yang disediakan Puskesmas dan rumah sakit bisa mengurangi "gap" pelayanan kesehatan.
"Apabila 'gap' pelayanan kesehatan bisa dikurangi BPJS akan berjalan dengan baik," katanya.
Bappenas dalam Rencana Kerja Pemerintah 2015 menargetkan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2015 mencapai 5,5 hingga 6,3 persen dengan tingkat inflasi sebesar 4,5 persen. Untuk tingkat kemiskinan sebesar 9-10 persen dan tingkat pengangguran 5,7 persen hingga 5,9 persen. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertahan Pasaman gelar persiapan pembaruan peta zona nilai tanah 2026
10 February 2026 19:22 WIB
DPRD Agam nilai pengadaan mobil dinas kepala daerah tak pas kondisi bencana
04 February 2026 18:00 WIB
Wawako Sawahlunto dorong penguatan pendidikan Al-Quran berbasis pemahaman nilai
30 January 2026 8:52 WIB
Masyarakat nilai pelayanan pertanahan Kementerian ATR/BPN semakin cepat dan informatif
22 January 2026 13:22 WIB
Sejalan dengan progul, Wawako Maigus Nasir nilai PORSEMA II dorong peningkatan kompetensi guru
15 January 2026 14:00 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018