Polisi Afghanistan Bunuh Tiga Warga AS di Rumah Sakit Kabul
Jumat, 25 April 2014 6:22 WIB
Kabul, (Antara/AFP) - Seorang polisi Afghanistan memberondongkan tembakan ke sebuah rumah sakit di Kabul yang dikelola yayasan AS, Kamis, menewaskan tiga warga Amerika, termasuk seorang dokter, dalam serangan paling mematikan terhadap warga sipil asing di kota itu.
Polisi itu kemudian menembak dirinya sendiri dalam insiden tersebut, yang terjadi di luar rumah sakit CURE International, dan ditangkap oleh aparat-aparat kepolisian setelah dirawat di dalam fasilitas medis itu, kata beberapa pejabat, dengan menambahkan bahwa motif pembunuhan tersebut masih belum jelas.
"Ia melepaskan tembakan ketika orang-orang asing itu memasuki rumah sakit tersebut, menewaskan tiga orang secara tragis," kata Seddiq Sediqqi, juru bicara kementerian dalam negeri, kepada AFP.
Menteri Kesehatan Soraya Dalil mengatakan, korban adalah seorang dokter yang telah bekerja untuk CURE selama tujuh tahun dan seorang pria AS serta putranya yang mengunjungi fasilitas itu.
Ia menambahkan, pelaku sedang bertugas menjaga rumah sakit itu ketika serangan tersebut dilakukan.
Kedutaan Besar AS mengutuk pembunuhan ketiga warga AS itu dan mengatakan, aksi teror itu membuat warga Afghanistan tidak bisa memperoleh pelayanan medis yang berarti.
CURE International mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengkonfirmasi bahwa tiga orang yang mencakup seorang dokter tewas, dan dua lain cedera.
Kabul dilanda serangkaian serangan terhadap warga sipil asing tahun ini, termasuk di sebuah restoran Lebanon yang menewaskan 21 orang, dan serangan pada hotel mewah dan penembakan siang hari terhadap seorang wartawan radio Swedia.
Bulan lalu militan Taliban menyerang sebuah wisma tamu Kabul yang digunakan oleh Roots of Peace, sebuah badan anti-ranjau AS, menewaskan dua orang, termasuk seorang perempuan.
Bulan ini wartawan foto Associated Press (AP) Anja Niedringhaus ditembak mati oleh seorang komandan polisi di provinsi Khost, Afghanistan timur, dalam serangan yang juga mencederai parah rekan Kanada-nya, Kathy Gannon.
Pembunuhan warga AS itu terjadi menjelang pemilihan presiden untuk menetapkan pengganti Hamid Karzai ketika pasukan tempur asing bersiap-siap meninggalkan Afghanistan setelah memerangi Taliban selama 13 tahun. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga Afghanistan minta Pangeran Harry diadili usai pengakuan bunuh 25 orang Afghanistan
17 January 2023 6:23 WIB, 2023
Pertemuan OKI hasilkan resolusi tentang situasi kemanusiaan di Afghanistan
20 December 2021 12:52 WIB, 2021
Tidak fokus, kegagalan Indonesia untuk ciptakan gol saat lawan Afghanistan
17 November 2021 7:29 WIB, 2021
Ratusan atlet Afghanistan dievakuasi, FIFA dorong internasional jadi rumah baru bagi mereka
27 October 2021 6:17 WIB, 2021
Uni Eropa nilai perilaku pemerintah Taliban tak menggembirakan, ekonomi Afghanistan terancam runtuh
04 October 2021 8:01 WIB, 2021
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018