Wartawan Prancis yang Diculik Ditemukan di Perbatasan Suriah-Turki
Minggu, 20 April 2014 7:33 WIB
Istanbul, (Antara/Reuters) - Empat wartawan Prancis yang disandera di Suriah sejak Juni ditemukan oleh tentara Turki di perbatasannya dengan Suriah Sabtu, kata media Turki.
Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan keempat jurnalis dalam kondisi kesehatan baik.
Nicolas Henin, Pierre Torres, Edouard Elias dan Didier
Francois ditemukan di Provinsi Sanliurfa dengan mata tertutup dan tangan mereka terikat, kata Dogan News Agency.
Hollande mengatakan, keempatnya berada dalam "kesehatan yang baik, meski kondisinya sangat melelahkan ketika mereka di penyekapan."
Mereka akan dibawa ke Prancis pada jam-jam mendatang, katanya dalam sebuah pernyataan.
Dogan mengatakan, para wartawan itu telah diculik oleh kelompok gerilyawan Negara Islam Irak dan Mediterania (ISIL), tetapi kelompok tak dikenal itu membawa para wartawan ke perbatasan Turki pada Jumat malam.
Mereka akan diserahkan kepada pejabat Prancis setelah pemeriksaan medis, katanya.
Francois, seorang veteran koresponden perang yang bekerja untuk Radio Eropa 1, dan Elias, seorang fotografer, pada awal Juni diculik saat mereka menuju kota Aleppo.
Henin, yang bekerja untuk majalah Le Point dan Torres, juga pelapor untuk TV Perancis-Jerman saluran Arte, diculik sebulan kemudian.
Suriah adalah tempat yang paling berbahaya di dunia bagi par
jurnalis, menurut Komite Perlindungan Wartawan.
Namun demikian dua wartawan Prancis masih hilang di wilayah Sahel Afrika Utara. (*/jno)
Pewarta : 172
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018