Seoul, (Antara/AFP) - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un memberikan penghormatan kepada kakeknya, Kim Il-Sung, di saat negara tersebut memperingati hari ulang tahun Il-Sung, Selasa, dengan menyatakan kembali kesetiaan kepada dinasti Kim yang berkuasa. Tepat pada tengah malam, Kim Jong-Un, yang didampingi oleh para pemimpin tinggi militer, mendatangi Istana Kumsusan Matahari di Pyongyang -- yaitu makam besar yang menjadi tempat peristirahatan terakhir kakeknya, kata kantor berita resmi Korea Utara, KCNA. Jenazah ayah Jon-Un yang sama-sama dibalsem, Kim Jong-Il --yang ia gantikan sebagai pemimpin pada Desember 2011, juga disemayamkan di kompleks makam yang sama. "Kimg Jong-Un, bersama-sama dengan para pengunjung, memberikan penghormatan kepada Kim Il-Sung," demikian dilaporkan KCNA. Kim Il-Sung meninggal karena serangan jantung pada tahun 1994. Hari ulang tahunnya dikenal sebagai Hari Matahari di Korea Utara dan dijadikan sebagai hari libur nasional. Peringatan 100 tahun hari kelahirannya pada tahun 2012 ditandai dengan parade militer besar-besaran dan penyampaian pidato pertama kalinya oleh Kim Jong-Un di muka umum. Pada Selasa, tidak ada tanda-tanda bahwa parade serupa dipersiapkan, namun kantor berita Korea Selatan Yonhap mengutip beberapa pejabat yang mengatakan bahwa Pyongyang kemungkinan sedang mempersiapkan unjuk kekuatan militer secara simbolis. "Bagian-bagian persenjataan, termasuk berbagai peluncur roket serta senjata yang ditolak sendiri, sedang disusun di dekat Pyongyang," lapor Yonhap dengan mengutip seorang pejabat pemerintah yang tak disebutkan namanya. Pejabat itu mengatakan "besar kemungkinan" Korut akan melancarkan latihan dalam skala besar pada hari Jumat, berbarengan dengan berakhirnya latihan militer bersama tahunan yang dilakukan Korea Selatan dengan Amerika Serikat. Ketika menyampaikan pidato di depan para pemimpin militer, partai dan pemerintahan dalam menandai Selasa sebagai hari libur nasional, kepala negara Korut, Kim Yong-Nam, menyeru semua personel militer untuk bersumpah setia kepada Kim Jong-Un. "Setia kepada kepemimpinan Kamerad Kim Jong-Un merupakan jaminan untuk membawa pemikiran-pemikiran dan pencapaian oleh Kim Il-Sung serta Kim Jong-Il," ujarnya seperti dikutip surat kabar partai berkuasa, Rodong Sinmun. "Apapun yang terjadi, kita harus memiliki kepercayaan penuh terhadap Pemimpin Tercinta Kim Jong-Un dan mengikuti arahannya," kata Kim. Ketegangan di semenanjung Korea biasanya meningkat pada saat-saat berlangsungnya latihan bersama, yang digelar setiap tahun oleh Korea Selatan dan Amerika Serikat. Korea Utara, seperti biasanya, mengecam latihan bersama itu dan mencurigainya sebagai langkah persiapan untuk melancarkan serangan. Sebagai bentuk protes atas latihan militer tersebut, Pyongyang telah melakukan serangkaian peluncuran roket dan peluru kendalinya, termasuk yang terjadi pada 26 Maret lalu, yaitu uji coba peluru kendali jarak menengah pertama sejak 2009. Kedua Korea juga saling melancarkan tembakan ke perairan di sepanjang perbatasan Laut Kuning yang bergejolak pada Maret 31. Selain itu, Korut memperingatkan bahwa pihaknya kemungkinan akan melakukan uji coba nuklir dalam bentuk "baru". (*/sun)