Pemerintah Jerman akan Batalkan Kesepakatan Tank Saudi
Senin, 14 April 2014 6:59 WIB
Berlin, (Antara/AFP) - Pemerintah Jerman tidak akan menyetujui kesepakatan yang dilaporkan akan menjual sampai dengan 800 tank tempur kepada Arab Saudi, kata satu surat kabar Jerman, Minggu, mengutip sumber-sumber pemerintah.
Penjualan tank-tank Leopard-2 telah dianggap sebagai salah satu kesepakatan terbesar untuk industri persenjataan Jerman, Bild melaporkan.
Tetapi Menteri Ekonomi Sigmar Gabriel, seorang Sosial Demokrat dalam "koalisi besar" kiri-kanan telah "memposisikan dirinya terhadap pengiriman tank kepada otokratis majelis kerajaan", katanya, mengutip sumber-sumber pemerintah.
"Tanpa persetujuan dari menteri ekonomi kesepakatan tidak memiliki peluang," kata Bild.
Laporan itu mengatakan, kesepakatan itu belum dikirim ke dewan keamanan nasional Jerman, dengan Kanselir Angela Merkel di antara anggotanya, untuk mendapatkan persetujuan.
Pada tahun 2012, Bild am Sonntag melaporkan bahwa Arab Saudi ingin membeli 600-800 tank tempur Leopard dari Jerman, lebih dari dua kali sebanyak yang dibayangkan semula.
Laporan terbaru Minggu mengatakan, Arab Saudi telah mengejar tank Jerman selama bertahun-tahun dan telah dianggarkan hampir 18 miliar euro (25 miliar dolar AS) untuk tank-tank itu.
Tank-tank Leopard-2, tank tempur utama Jerman, juga diproduksi berdasarkn lisensi di Spanyol.
Selama beberapa dekade Jerman menolak untuk menjual senjata berat ke Arab Saudi karena kekhawatiran atas hak asasi manusia dan ketakutan atas keamanan Israel.(*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Skema kerjasama Indonesia-Jerman, Wako Fadly Amran usulkan proyek pelestarian lingkungan
12 January 2026 19:04 WIB
Terpopuler - Berita
Lihat Juga
Komitmen BNI dukung Sumbar menuju destinasi wisata dunia, kucurkan Rp2,2 miliar
08 February 2018 12:50 WIB, 2018
BNI hadir sebagai penyalur program Indonesia pintar di Dharmasraya dan Solok
07 February 2018 20:36 WIB, 2018
59 nagari di Sijunjung Berkomitmen capai 100 persen ODF hingga 2019
06 February 2018 20:39 WIB, 2018