Davao City, Filipina, (Antara/Xinhua-0ANA) - Pemberontak sayap kiri menyerang sebuah perusahaan pertambangan asing di Filipina selatan Kamis sore, membakar beberapa kendaraan dan peralatan-peralatan, kata polisi setempat Kamis malam. Sekitar 25 gerilyawan Tentara Rakyat Baru (NPA) menyerbu Perusahaan Pertambangan Apex di desa Teresa dan Masara, kota Maco, Provinsi Compostela Valley, Mindanao, membakar empat kendaraan dan dua peralatan pengeboran, menurut Inspektur Senior Camilo Cascolan, kepala kepolisian Compostela Valley. Cascolan mengatakan kepada Xinhua melalui pesan teks bahwa serangan pada pukul 14.00 waktu setempat itu dipimpin oleh Rolando Ginelsa (alias Lando) dari NPA Pulang Bagani (Prajurit Merah) Batalion Tiga. Tidak segera ada laporan-laporan tentang korban atau cedera, katanya menambahkan. Perusahaan Malaysia MindanaoGold Ltd memiliki saham lebih dari 30 persen dari perusahaan pertambangan tembaga dan emas Apex yang terdaftar di Manila, yang juga merupakan di antara perusahaan sejenis terbesar di Filipina. Pejabat polisi mengatakan, tentara dan polisi setempat kini melakukan operasi pengejaran terhadap para penyerang di daerah itu. Para pemberontak sayap kiri telah meningkatkan serangan terhadap pasukan pemerintah dan kalangan bisnis di Filipina selatan dalam beberapa bulan terakhir. NPA dengan kekuatan 4.000 pejuang adalah sayap bersenjata Partai Komunis Filipina, yang sedang melakukan pemberontakan sayap kiri di 60 provinsi Filipina sejak 1969. (*/WIJ)